Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade

Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:40 WIB
Audisi Umum PB Djarum 2026 kembali ke Makassar setelah 10 tahun absen. Sebanyak 233 talenta muda bersaing demi tiket Beasiswa Bulutangkis. [Dok. PB Djarum]
  • Bakti Olahraga Djarum Foundation menggelar Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Dafest Makassar pada 4-8 Agustus 2026.
  • Sebanyak 233 peserta dari berbagai daerah bersaing ketat untuk memperebutkan Super Tiket menuju tahap karantina di Kudus.
  • Tim pencari bakat legenda bulu tangkis menilai teknik dan mental untuk menjaring talenta muda berbakat di Makassar.

“Pengprov PBSI Sulawesi Selatan mengucapkan terima kasih kepada PB Djarum yang kembali memilih Makassar sebagai salah satu kota penyelenggara Audisi Umum PB Djarum 2026," ucapnya.

"Kehadiran audisi ini menjadi motivasi besar bagi para atlet muda maupun klub-klub pembinaan di Sulawesi Selatan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan," tegas Warsinggih.

"Harapan kami, Audisi Umum PB Djarum tidak hanya digelar tahun ini, tetapi juga dapat terus hadir pada tahun-tahun mendatang," sambungnya.

"Dengan begitu, semakin banyak talenta potensial dari Sulawesi Selatan yang memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan, berkompetisi di level nasional, dan meraih prestasi bersama PB Djarum,” ujar Warsinggih.

Pernyataan tersebut diamini PB Karsa Mandiri Makassar, klub lokal yang berdiri sejak 2002 dan mengirimkan peserta terbanyak dengan total 28 atlet binaan.

“Kembalinya Audisi Umum PB Djarum ke Makassar menjadi kabar menggembirakan bagi kami," ungkap Pelatih atlet usia dini PB Karsa Mandiri Makassar, Abdullah.

"Kesempatan ini sudah lama kami nantikan, karena para atlet tidak perlu pergi jauh untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan tim pencari bakat PB Djarum," paparnya.

"Oleh karena itu, kami mengirimkan sebanyak mungkin atlet binaan agar mereka memperoleh pengalaman bertanding sekaligus kesempatan untuk meraih impian bergabung dengan PB Djarum," tambah Abdullah.

"Kami berharap ada atlet dari PB Karsa Mandiri yang lolos seleksi tahun ini dan kelak mengikuti jejak para pebulutangkis hebat yang lahir dari pembinaan PB Djarum," ujar Abdullah penuh harap.

Cari Karakter Juara dengan Fighting Spirit Tinggi

Perhelatan di GOR Dafest semakin istimewa karena diawasi langsung deretan legenda bulu tangkis seperti Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Lius Pongoh, hingga Richard Mainaky.

Richard Mainaky, salah satu anggota tim pencari bakat, menegaskan bahwa PB Djarum mematok standar tinggi dalam menilai calon atlet.

Selain memprioritaskan peraih gelar juara, penilaian teknis mencakup penguasaan dasar seperti footwork, grip raket, pukulan, hingga karakter mental bertanding.

"Atlet yang menjadi juara di setiap kelompok usia putra putri akan mendapatkan Super Tiket dan akan menjalani karantina," terang Richard menjelaskan sistem kelolosan.

"Kemudian kita juga lihat kemampuan yang dimiliki atlet berbakat seperti footwork, pukulan, dan fighting spirit, serta seperti apa perjuangannya saat bertanding," rincinya.

"Berdasarkan pengalaman, atlet-atlet hebat dari Sulawesi dan sekitarnya memiliki karakteristik punya power yang kencang, percaya diri, dan fighting spirit tinggi," kata mantan pelatih ganda campuran legendaris tersebut.

Perjuangan Talenta dari Ujung Timur

Kriteria ketat tersebut tampak dalam diri Mickael Desman Pekey, bocah 9 tahun asal Jayawijaya Badminton Club, Jayapura.

Mickael sebelumnya tersingkir di perempat final Audisi Umum PB Djarum di Kudus pada 2024. Kegagalan itu justru menjadi motivasi untuk menjuarai berbagai turnamen lokal di Papua, termasuk Sorong Open 2025 dan Hadi Open Papua 2026.

Kerja kerasnya terbayar saat ia menggulung lawannya dengan skor 21-1 dan 21-2 pada hari pertama screening di Makassar.

“Saya sudah bermain bulutangkis dari usia lima tahun dan terus berlatih setiap hari kecuali Minggu," kisah Mickael membagikan rutinitasnya.

"Saya juga sudah sering menjadi juara di Papua dan pernah sampai ke babak delapan besar pada Audisi Umum PB Djarum 2024," kenangnya.

"Tahun ini saya sangat yakin bisa sampai ke final dan jadi juara," tegasnya dengan penuh keyakinan.

"Saya sudah pernah lihat fasilitas yang bagus di PB Djarum," ujar bocah pemberani tersebut.

"Sejak saat itu saya bertekad buat kembali dan diterima sebagai atlet PB Djarum karena ingin terus meningkatkan prestasi,” ucap Mickael dengan sorot mata tajam.

Jalan Terjal Menuju Karantina Kudus

Audisi Umum PB Djarum 2026 digelar di tiga kota, yakni Pekanbaru, Makassar, dan Kudus.

Peserta yang menjadi juara di seri Makassar maupun Pekanbaru berhak mendapatkan "Super Tiket" menuju fase karantina.

Karantina dijadwalkan berlangsung selama empat minggu, 14 September-9 Oktober 2026, di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah.

Atlet yang lolos dua fase eliminasi karantina akan diumumkan pada 10 Oktober 2026 untuk menerima Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung dengan akademi PB Djarum.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com