Sukabumi.suara.com – Tak banyak yang tahu, jika dulunya Ananda Rusdiana, atau yang lebih umum dikenal sebagai Ananda Omesh dulunya tak pernah bercita-cita spesifik menjadi artis. Tak disangka, ternyata ia justru bercita-cita menjadi Wali Kota di tempat kelahirannya, yakni Sukabumi.
Hal tersebut diceritakan Omesh, saat hadir di kanal YouTube VINDES (Vincent Desta) berjudul ‘Ananda Omesh… Saatnya Stop Jadi Artis! Siap Pimpin Sukabumi!’ yang tayang pada Senin (22/8/2022).
Saat ditanya oleh Vincent apa mimpi besar yang ingin diraih, Omesh menjawab sederhana.
“tiga kata, kaya raya banget…” jawabnya.
Bukan tanpa alasan, ternyata Omesh punya mimpi itu lantaran dia mengaku punya banyak cita-cita yang ingin diraih, dan menurut Omesh, satu-satunya cara untuk bisa merealisasikan semua mimpinya adalah dengan menjadi kaya, dengan konotasi positif.
Lebih detail, saat menjawab soal salah satu cita-cita yang dimaksud, Omesh bercerita soal ingin menjadi Wali Kota Sukabumi.
“Dulu pernah, sebelum masuk TV gue ngomong, ‘saya mau jadi Wali Kota termuda di Indonesia’ beneran gue ngelakuin itu” ujar Omesh.
Omesh mengaku dari zaman kuliah sudah aktif di partai dan menjadi angkatan muda.
“Karena gue kalau udah serius akan ngulik…” tambahnya lagi.
Yang menarik, saat ditanya lebih lanjut apakah masih punya keinginan menjadi Wali Kota Sukabumi, Omesh mengaku sudah tidak tertarik. Tapi di saat bersamaan, artis yang terkenal lewat acara TV Extravaganza tersebut mengungkap masih sering dikejar oleh partai tertentu untuk mengisi jabatan.
Baca Juga: Tahan Jenazah Hingga Harus Dijamin STNK, RSUD Jampangkulon Sukabumi Jadi Sorotan DPRD
“Ini gue dikejar mulu, ditawarin mulu, ada yang jadi pendamping atau buat jadi wakil, sampe nyokap gue datang ke Jakarta bilang nanti bakal ada om kamu nelpon gini-gini. Ibu sih terserah kamu tapi kalo bisa jangan” ungkapnya sambil tertawa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel