Sukabumi.suara.com – Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat di area sekitar sungai Cikaso, tepatnya warga di Kampung Cilopang, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan sungai yang tercemar.
Mereka menuding pencemaran tersebut terjadi akibat aktivitas produksi pabrik karet milik PTPN VIII yang ada di kawasan tersebut. Lama tak memberikan tanggapan, akhirnya pihak PTPN VIII baru-baru ini membuka suara dan memberikan klarifikasi.
Menurut Santoso, selaku Bagian Umum PTPN VIII Cikaso, setiap hari memanf pasti ada pembuangan air limbah dari produksi karet ke sungai. Meski begitu, mereka menyatakan bahwa air limbah dari hasil produksi karet yang selama ini dibuang ke sungai tidak menimbulkan pencemaran.
Hal tersebut lantaran pihaknya memastikan, sebelum dibuang limbah lebih dulu melalui serangkaian proses di bak Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Sudah dicek kualitasnya. Dan semua sudah sesuai baku mutu dari DLHK sehingga laporan adanya pencemaran dari warga tidak benar," ujar Santoso, mengutip keterangan yang diberikan kepada Sukabumiupdate.com, salah satu jaringan Suara.com, pada Rabu (31/8/2022).
Di lain sisi, pihak kecamatan serta Puskesmas Cibitung diketahui sudah mengecek ke titik lokasi Sungai Cikaso yang diduga tercemar, untuk melakukan pemeriksaan. Mereka disebut sudah mengambil sampel air untuk koordinasi dan penyelidikan lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Membaca Ulang Merahnya Merah: Saat Kehilangan Menjadi Awal Pencarian Makna
-
Syifa Hadju dan El Rumi Segera Nikah: Ini Dia Strategi Jitu Atasi Kesibukan Puasa dan Urusan Dapur
-
Kemenhub Larang 13 Kapal Modifikasi untuk Angkut Penumpang Saat Mudik
-
Gunung Semeru Erupsi 5 Kali, Kolom Abu Capai 1 Km dari Puncak
-
Mobil Nissan Apa Saja? Intip Daftar Harganya Februari 2026 dari SUV, MPV hingga Mobil Listrik
-
Kontrak di Juventus Tak Jelas, Barcelona Siap Tampung Dusan Vlahovic Asal Mau Potong Gaji
-
Angkat Motif Azalea, Giordano dan Amanda Hartanto Hadirkan Koleksi Ramadan 2026 Penuh Makna
-
Review Novel Cerita Hati Maharani: Menelusuri Luka dan Kedewasaan
-
5 Fakta DPR Tolak Hukuman Mati Ayah Pembunuh Pelaku Pelecehan Seksual di Pariaman, Korban Anaknya!
-
Detik-Detik Mengerikan Pesawat Smart Air Diburu Tembakan di Boven Digoel, 2 Pilot Tewas