- KSOP Tanjung Wangi melarang 13 kapal eks LCT menjadi KMP mengangkut penumpang umum Lebaran 2026 Ketapang-Gilimanuk.
- Kebijakan ini diberlakukan untuk pengendalian risiko pasca insiden kecelakaan kapal, hanya mengizinkan sopir kendaraan di atas kapal.
- Total 55 kapal disiapkan melayani lintasan tersebut, keselamatan penumpang umum menjadi prioritas utama otoritas pelabuhan.
Suara.com - Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi menegaskan sebanyak 13 kapal hasil perubahan dari Landing Craft Tank Landing Craft Tank (LCT) menjadi Kapal Motor Penyeberangan (Kapal Motor Penyebrangan) tidak diperbolehkan mengangkut penumpang umum pada arus mudik dan balik Lebaran 2026 di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Widodo, menyatakan kebijakan tersebut merupakan langkah pengendalian risiko pasca insiden kecelakaan kapal di Selat Bali.
"Dari 14 kapal ini, hanya 3 yang boleh bawa bebas, bawa penumpang. Tapi lainnya, itu eks-LCT ke KMP itu hanya diperbolehkan membawa sopir kendaraan, jadi sepeda motor, penumpang bis, kendaraan pribadi tidak diizinkan. Ini akan diuji dalam Natal kemarin, aman-aman aja Ketapang," ujar Widodo di Banyuwangi, Rabu (11/2/2026).
Menurut dia, kapal-kapal eks LCT tersebut secara teknis telah mengalami perubahan fungsi menjadi kapal penyeberangan atau KMP. Namun, dalam kondisi saat ini, pembatasan tetap diberlakukan dengan hanya mengizinkan sopir dan kernet kendaraan berada di atas kapal.
Widodo menjelaskan, kebijakan tersebut sudah berjalan sejak Juli dan akan kembali diuji efektivitasnya pada momentum Lebaran mendatang.
"Jadi sekali lagi, digarisbawahi, ujian tahun ini adalah seandainya kebijaksanaan sesuai edaran, bahwa kapal yang mengalami perubahan dari LCT ke KMP itu berjalan, ini sudah berjalan sampai dari Juli, aman-aman aja. Lebaran kalau memang mudah-mudahan aman dengan kondisi bahwa tetap tidak boleh membawa penumpang," katanya.
Ia menambahkan, total kapal yang disiapkan untuk melayani lintasan Ketapang-Gilimanuk sebanyak 55 unit. Dari jumlah tersebut, 15 kapal beroperasi di dermaga LCM yang memiliki karakteristik khusus dengan sistem ramdoor.
Widodo mengakui, kapal-kapal yang beroperasi di LCM memiliki risiko lebih tinggi, terutama karena muatan kendaraan berat. Beberapa insiden kecelakaan kapal sebelumnya juga berawal dari kapal yang sandar di LCM.
Karena itu, pembatasan terhadap kapal eks LCT menjadi salah satu langkah preventif yang diambil otoritas pelabuhan guna menekan potensi risiko keselamatan.
Baca Juga: Tensi Panas! Menteri KKP Gerah Dengan Tuduhan Menkeu Purbaya soal Proyek Kapal
"Yang jelas di pelabuhan penyeberangan tiga poin, bahwa operator kapal dan pemilik kapal bagaimana caranya bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Sedangkan di jalan maupun di pelabuhan yang selama ini BPTD pingin lancar. Yang ketiga untuk KSOP pingin keselamatan," ucapnya.
Widodo menyebut, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dibandingkan aspek bisnis maupun kelancaran arus kendaraan.
"Jadi adanya bisnis, keselamatan, dan kelancaran untuk dibungkus satu persepsi ya, memang berat tapi mudah-mudahan bahwa keselamatan tetap harga mati dan tidak boleh ditawar lagi apapun alasannya," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
-
Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas
-
Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Jadi Rp 12.516 Triliun Selama Sepekan Kemarin
-
Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran
-
Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif
-
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari
-
Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat
-
Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?
-
Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!
-
Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI