Bisnis / Properti
Rabu, 11 Februari 2026 | 17:32 WIB
Kapal Roro yang dibuat khusus Kementerian Perhubungan RI
Baca 10 detik
  • KSOP Tanjung Wangi melarang 13 kapal eks LCT menjadi KMP mengangkut penumpang umum Lebaran 2026 Ketapang-Gilimanuk.
  • Kebijakan ini diberlakukan untuk pengendalian risiko pasca insiden kecelakaan kapal, hanya mengizinkan sopir kendaraan di atas kapal.
  • Total 55 kapal disiapkan melayani lintasan tersebut, keselamatan penumpang umum menjadi prioritas utama otoritas pelabuhan.

Suara.com - Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi menegaskan sebanyak 13 kapal hasil perubahan dari Landing Craft Tank Landing Craft Tank (LCT) menjadi Kapal Motor Penyeberangan (Kapal Motor Penyebrangan) tidak diperbolehkan mengangkut penumpang umum pada arus mudik dan balik Lebaran 2026 di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Widodo, menyatakan kebijakan tersebut merupakan langkah pengendalian risiko pasca insiden kecelakaan kapal di Selat Bali.

"Dari 14 kapal ini, hanya 3 yang boleh bawa bebas, bawa penumpang. Tapi lainnya, itu eks-LCT ke KMP itu hanya diperbolehkan membawa sopir kendaraan, jadi sepeda motor, penumpang bis, kendaraan pribadi tidak diizinkan. Ini akan diuji dalam Natal kemarin, aman-aman aja Ketapang," ujar Widodo di Banyuwangi, Rabu (11/2/2026).

Para penumpang Kapal Ferry tujuan Batam yang tidak kebagian tiket. [ANTARA/Nurjali]

Menurut dia, kapal-kapal eks LCT tersebut secara teknis telah mengalami perubahan fungsi menjadi kapal penyeberangan atau KMP. Namun, dalam kondisi saat ini, pembatasan tetap diberlakukan dengan hanya mengizinkan sopir dan kernet kendaraan berada di atas kapal.

Widodo menjelaskan, kebijakan tersebut sudah berjalan sejak Juli dan akan kembali diuji efektivitasnya pada momentum Lebaran mendatang.

"Jadi sekali lagi, digarisbawahi, ujian tahun ini adalah seandainya kebijaksanaan sesuai edaran, bahwa kapal yang mengalami perubahan dari LCT ke KMP itu berjalan, ini sudah berjalan sampai dari Juli, aman-aman aja. Lebaran kalau memang mudah-mudahan aman dengan kondisi bahwa tetap tidak boleh membawa penumpang," katanya.

Ia menambahkan, total kapal yang disiapkan untuk melayani lintasan Ketapang-Gilimanuk sebanyak 55 unit. Dari jumlah tersebut, 15 kapal beroperasi di dermaga LCM yang memiliki karakteristik khusus dengan sistem ramdoor.

Widodo mengakui, kapal-kapal yang beroperasi di LCM memiliki risiko lebih tinggi, terutama karena muatan kendaraan berat. Beberapa insiden kecelakaan kapal sebelumnya juga berawal dari kapal yang sandar di LCM.

Karena itu, pembatasan terhadap kapal eks LCT menjadi salah satu langkah preventif yang diambil otoritas pelabuhan guna menekan potensi risiko keselamatan.

Baca Juga: Tensi Panas! Menteri KKP Gerah Dengan Tuduhan Menkeu Purbaya soal Proyek Kapal

"Yang jelas di pelabuhan penyeberangan tiga poin, bahwa operator kapal dan pemilik kapal bagaimana caranya bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Sedangkan di jalan maupun di pelabuhan yang selama ini BPTD pingin lancar. Yang ketiga untuk KSOP pingin keselamatan," ucapnya.

Widodo menyebut, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dibandingkan aspek bisnis maupun kelancaran arus kendaraan.

"Jadi adanya bisnis, keselamatan, dan kelancaran untuk dibungkus satu persepsi ya, memang berat tapi mudah-mudahan bahwa keselamatan tetap harga mati dan tidak boleh ditawar lagi apapun alasannya," pungkas dia.

Load More