Sukabumi.suara.com- Rabu (7/9/2022) sore, lebih tepatnya sekitar pukul 16.00 WIB, terpaan angin puting beliung terjadi di wilayah Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.
Disebutkan bahwa angin tersebut terjadi saat wilayah sekitar memang sedang dilanda hujan deras. Menurut Ofieq, selaku Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gegerbitung, angin puting beliung yang sama diketahui menerjang dua kampung di Kecamatan Gegerbitung, yakni kampung Tegalsereh dan Babakan Tanjungsari.
Akibat kejadian tersebut dilaporkan bahwa banyak rumah yang mengalami kerusakan baik secara ringan, sedang, atau berat.
Lebih detail, pada Kamis (8/9), dari hasil pendataan Badan Penanggunalan Bencana Daerah (BPBD), untuk sementara tercatat ada 3 unit rumah yang rusak berat atau hancur, kemudian 91 rumah mengalami rusak ringan dan sedang.
Endang Koswara, selaku Kabid BPBD Kabupaten Sukabumi menyatakan jika saat ini data kerusakan masih dalam pencatatan.
“Ini masih dalam assesment, masih pendataan,” ujarnya, mengutip Sukabumiupdate.com.
Adapun Ibrahim (61), menjadi salah satu warga yang mengalami kerugian dari musibah tersebut, karena bangunan penggilingan padi yang dimiliki rusak dan menyebabkan kerugian hingga Rp15 juta.
““Di dalamnya masih ada padi sekitar 20 kwintal, kalau berasnya setelah ambruk langsung dievakuasi karena takut kena hujan," jelasnya.
Lebih lanjut, disebutkan bahwa selanjutnya bantuan secara stimulan sedang diproses, baik berupa bahan baku untuk bangunan atau rumah yang terdampak.
Baca Juga: Heboh Mobil Angkut BBM Pakai Jeriken di Sukabumi, Ini Tanggapan Pertamina
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Ribuan Jemaah Embarkasi Surabaya Terbang ke Tanah Suci, 2 Orang Terpaksa Tertunda Karena Sakit
-
Kesaksian Horor Google Maps Bongkar Sisi Gelap Daycare Little Aresha, Orang Tua Langsung Speak Up
-
Respons PBB Usai Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Desak Israel Hentikan Serangan
-
Menjual Harapan ke Tanah Suci: Nestapa Pasangan Lansia Lumajang Terjerat Muslihat Haji Jalur Cepat
-
Fitur QRIS di Kartu Kredit Resmi Hadir! Honest Card Ubah Cara Bayar Harian Jadi Lebih Fleksibel
-
UU PPRT Resmi Disahkan, Migrant Watch Peringatkan Risiko Eksploitasi Jika Tanpa Upah Minimum
-
Di Balik Sekolah yang Katanya Gratis, Ada Harga yang Tak Pernah Terlihat
-
7 RW di Kemayoran Ogah Ikut Musrenbang, Rano Karno Ungkap Biang Masalah 35 Tahun
-
31.000 Rumah Terdampak Bencana Terima Dana Stimulan Perbaikan Hunian
-
Teka-teki Wali Nikah Syifa Hadju, Ayah Kandung Hadir atau Pakai Wali Hakim?