Sukabumi.suara.com – Hampir sepekan kenaikan BBM yang terjadi pada Sabtu (3/9/2022) lalu, imbas merugikan yang dirasakan membuat protes masih banyak dilakukan. Kini, dampak yang terasa kembali terlihat dari para nelayan di wilayah Ujung Genteng, Sukabumi.
Di Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, hampir semua nelayan memilih tidak melaut lantaran mahalnya biaya bahan bakar. Di lain sisi, keputusan tidak melaut juga disebabkan kondisi beberapa jenis ikan yang sedang langka.
Asep Jeka selaku Ketua Rukun nelayan Ujung Gentengmengatakan, dari total 740 perahu fiber dan 64 perahu diesel milik nelayan, sekitar 70 persen memilih libur melaut.
"Selain BBM naik, ikan juga susah dicari dan jarak tempuh cukup jauh serta langka," ujarnya, Kamis (8/9/2022), mengutip Sukabumiupdate.com.
Akibatnya, terlihat jika sebagian besar perahu nampak bersandar di bibir pantai. Terlihat beberapa nelayan yang menggunakan waktu libur untuk memperbaiki perahu dan peralatan tangkap.
"Libur sejak harga BBM naik, sudah hampir tiga hari. Bahkan yang di lautan seperti perairan Cianjur dan Tegalbuleud juga pulang," tambah Asep.
Lebih lanjut, Asep menyebut jika nelayan Ujunggenteng biasanya membawa 200 liter bahan bakar untuk waktu sepekan di laut, dengan jarak terjauh ke perairan Cianjur.
"Harapan kami kepada pemerintah agar ada solusi terbaik, saat nelayan libur, bisa meringankan beban mereka," ungkapnya.
Baca Juga: Heboh Mobil Angkut BBM Pakai Jeriken di Sukabumi, Ini Tanggapan Pertamina
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Apa Arti Smudge Proof? Ini 4 Lipstik Tahan Geser yang Awet Seharian
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Laptop AI Asus 2026 Resmi Rilis di Indonesia, Zenbook DUO Layar Ganda hingga Vivobook Copilot+ PC
-
BPS: 411 Ribu Warga Banten Masih Menganggur, Kualitas Lapangan Kerja Jadi Sorotan
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
4 Shio Paling Hoki 7 Mei 2026: Rezeki Mengalir, Karier dan Cinta Bersinar Besok
-
Menyentuh! Ayah Bunga Zainal Wafat Usai Semua Anak Berkumpul, Dimakamkan Sesuai Keinginan Istri
-
Redam Penolakan Warga, Pemkot Bogor Ajak Warga Kayumanis Studi Banding ke China Soal PSEL
-
Ponsel Misterius Motorola Lolos Sertifikasi Komdigi, HP Lipat Gahar Razr Fold?