/
Sabtu, 10 September 2022 | 07:11 WIB
Orang tua Albar Mahdi, santri Pondok Modern Darussalam Gontor 1 menunjukkan foto putranya di kediamanannya Kalidoni Palembang, Sumsel. Kamis (8/9/2022). (ANTARA FOTO/Feny Selly/hp)

Sukabumi.suara.com – Albar Mahdi yaitu korban kasus penganiayaan di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo yang kini kasusnya masih terus diselidiki oleh polisi.

Akhirnya, polisi mengamankan bukti rekaman CCTV (Close Circuit Television) di lokasi penganiayaan. Rekaman tersebut yaitu bukti yang sangat penting yang merekam awal mula kejadian.

Di video tersebut, jelas terlihat bagaimana Albar Mahdi mendapat luka lebam di dada dan sekujur tubuhnya.

"Kita amankan rekaman CCTV di lokasi kejadian," kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono di Ponorogo, dikutip dari Antara, Jumat (09/09/2022).

Polisi juga mengamankan barang bukti lainnya, yaitu berupa tongkat kayu, botol air kemasan, minyak kayu putih, becak, hingga pakaian beserta barang-barang yang diduga milik korban.

"Kami terus lengkapi materi penyelidikan, baik pengumpulan barang bukti, dan mintai keterangan saksi," imbuhnya.

Kasus dugaan penganiayaan hingga mengakibatkan meninggalnya salah satu santri pondok pesantren Gontor Ponorogo, Albar Mahdi, menjadi perhatian masyarakat luas. Polisi dituntut untuk segera mengungkap kasus ini dan menetapkan tersangka.

Kapolres juga menambahkan barang bukti yang berupa hasil autopsy dari tim forensik yang ditemukannya luka akibat benda tumpul di bagian tubuh korban.

Namun, belum ada keterangan lebih lanjut terkait hal yang menyebabkan kematian korban. 

Baca Juga: Tak Banyak Orang Tahu, Ini Sensasi Mencuci Muka Dengan Air Dingin

"Untuk apakah luka tersebut menjadi penyebab kematian, biar ahli yang akan menyampaikan," jelasnya.

Load More