Sukabumi.suara.com – Kebakaran yang terjadi di Gudang JNE Jalan Pekapuran, Curig, Cimanggis, Kota Depok, memakan tiga rumah terbakar serta dua rumah hancur tertimpa tembok.
Wartawan menanyakan kepada salah satu warga di Rt 05/02 Kelurahan Curug Endah Kurniasih tentang keadaan rumahnya, ia mengatakan rumahnya mengalami kerusakan dampak dari kebakaran tersebut.
Warga tersebut juga mengatakan, bahwa ia mendengar suara percikan api dalam Gudang JNE.
"Sebelum waktu subuh sekitar pukul 03.45 WIB sudah terdengar suara seperti terbakar saat mau buka pintu beton pembatas gudang JNE rubuh sudah menimpa etalase dan grobak dagangan miliknya hingga rusak," ujarnya.
Ia menjelaskan, Gudang JNE berada persis dengan rumahnya dan tembok beton pembatas.
Saat kejadian, ia bersama keluarganya panik dan berusaha untuk menyelamatkan diri pada saat kejadian.
"Pintu rumah sudah tertutup rentuhan beton pembatas dan keluar harus lompatin beton.
Sementara kobaran Api yang besar juga membuat tiang hydran air juga rubuh menimpa pagar beton pembatas antara gudang JNE ke empat rumah warga lainnya panjang sekitar hampir 8 meter.
Selain itu pada waktu kejadian, Endah hanya sempat menyelamatkan perhiasan emas segram sama uang tunai Rp. 100.000.
Baca Juga: Memotivasi! Penjual Jagung Bakar Sukses Membesarkan Putrinya Menjadi Pilot
Barang-barang lain yang ada di dalam rumah tidak sempat dibawa yang penting keluarga selamat.
Sementara itu Endah menyebutkan sementara waktu keluarganya pindah ke rumah teman tidak jauh dari rumahnya.
"Sudah tinggal di rumah temen berada di belakang rumahnya yang rusak tertimpa reruntuhan puing material beton pembatas gudang JNE yang terbakar," paparnya.
Rumah pemilik kontrakan pun ikut rusak akibat tertimpa puing material pembatas beton Gudang JNE, empat rumah milik Sela Heru rusak dan mengalami kerugian.
"Beton pembatas pagar antara gudang JNE dengan jalan lingkungan rubuh menimpa empat pintu rumah kontrakan saya. Selain itu juga ada grobak dan etalase yang ikut rusak juga tertimpa puing material beton," katanya.
Kerugiannya mencapai Rp. 15 jutaan. Sela Heru berharap agar pihak JNE mengganti kerugian atas apa yang telah terjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan di Aplikasi, Permudah Wisata dan Kuliner Saat Libur Sekolah 2026
-
Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara
-
Mahasiswa Demo Atas Nama Rakyat: Tapi Rakyat yang Mana?
-
Pelajar SMP Indonesia Juara ESD Symposium di Malaysia, Kalahkan Peserta SMA dari Berbagai Negara
-
Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?
-
Jawaban Cristiano Ronaldo Ditanya Soal Lionel Messi di Piala Dunia 2026
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Mengapa Gaji Guru Sangat Kecil?