Sutanandika M.Pd dan Sudarjat M.Pd*
Pendidikan di Indonesia telah menempuh proses yang sangat panjang. Dalam konteks ini Penulis hanya akan membahas bagaimana pendidikan Indonesia modern seharusnya dilaksanakan. Perjalanan politik dan pendidikan Ki Hajar Dewantara mempertemukannya dengan gagasan pendidikan Friedrich Wilhelm August (1782-1852) tentang permainan sebagai media pembelajaran dan gagasan Maria Montessori (1870-1952) yaitu memberi kemerdekaan kepada anaka-anak. Pondasi ini dapat disederhanakan dengan BAHAGIA dan MERDEKA.
Ada tiga proyek yang dilaksanakan oleh SMAN 1 Cijeruk. Pertama, proyek kewirausahaan, proyek ini dilaksanakan selama tiga bulan dan selesai di akhir bulan September ini. Kedua, proyek Kearifan lokal yang akan dilaksanakan dari Oktober sampai dengan Desember 2022. Koordinator untuk proyek kearifan lokal adalah Dwiyoso Nugroho, Gina, dan Andika Irmansyah. Ketiga, proyek Bangun Jiwanya dan Bangun Raganya. Proyek ini akan dilaksanakan di semester dua.
Selasa September ini cuaca cerah, seolah mendukung kegiatan akademik di kelas ditiadakan. Para siswa dan guru pendamping proyek berkegiatan di lapangan. Stand-stand disiapkan dan dihias dan dipasangi kertas karton yang berisi informasi berbagai produk yang dihasilkan.
Senyum dan keriuhan, dipadu dengan wajah-wajah gembira menyertai 35 produk yang ditampilkan di stand-stan. Hal seperti ini bukan hal baru sebenarnya. Seperti yang diterangkan oleh Koordinator Pendamping proyek, Restiana Suryandini, S,Pd. Di tahun-tahun sebelumnya di Mapel PKWU ada proyek, namun di Kurikulum merdeka proyek tersebut dilaksanakan sesuai tema. Untuk kelas Xi dibebaskan tetapi di kelas XI diberikan tema makanan tradisional. Karena sudah dilaksanakan di tahun-tahun sebelumnya, para siswa tidak kaget.
Hasil analisa para pembimbing proyek, kemampuan anak untuk mengolah bahan makanan sungguh luar biasa, sampai tahun lalu ada lifeskill tata boga. Anak-anak tumbuh jiwa kewirausahaan dan keberaniannya. Mulai dari pemesanan berbasis teknologi WA sampai dengan pengantaran produk ke kelas-kelas.
Selain pengolahan makanan, proyek ini juga memunculkan kreatifitas anak yang lainnya. Salah satunya adalah ecoprint dalam hal desain grafis, kemudian ada produk lulur yang dibuat dari bahan alami, sehingga bisa lebih terjamin kepastian keamanan produknya.
Sebenarnya asal guru mampu dengan hatinya mendampingi dan menggali potensi anak, maka akan muncul potensi-potensi lainya. Komitmen yang tinggi sesuai dengan filosofis Pendidikan Merdeka, guru adalah pendamping dan Siswa adalah subjek dari proses pendidikan itu sendiri.
Diantara 35 produk tersebut diantaranya adalah produk olahan yang bisa direview diantaranya
Baca Juga: Kendaraan Bappelitbangda Memenangkan Hati Bupati Sukabumi
Minuman dan Manisan Pala
Pala adalah tanaman yang umum ditanam di wilayah Cijeruk Bogor. Buah rempah ini pernah menyebabkan pelaut Eropa mengarungi lautan luas untuk mendapatkan biji buah ini. Selain bijinya digunakan sebagai bumbu dan minyak atsirinya sangat dibutuhkan di industri, buah pala juga diolah sebagai bahan makanan. Selama ini Cijeruk Bogor (kecamatan Caringin, Kec. Cijeruk, dan Kec. Cigombong) menjadi salah satu sentra makanan olahan manisan pala.
Dendeng Daun Singkong
Selama ini daun singkong, utamanya dijadikan lalapan dan sayuran. Namun seiring dengan perubahan pola konsumsi menuju konsumsi sehat. Pola makan vegetarian jadi salah satu pilihan. Dendeng daun singkong bisa menjadi pilihan yang menarik terutama bagi yang sedang transisi dari omnivora ke vegetarian. Rasa dan tampilannya pun tidak jauh berbeda dengan dendeng daging asli.
Nugget Vegetarian
Nugget selama ini dibuat berbahan dasar daging hewan, namun saat ini para siswa bisa membuat itu dan mengemasnya secara menarik. Dari segi rasa pun tidak jauh berbeda.
Sale Pisang
Pisang selama ini dikenal sebagai buah-buahan pencuci mulut. Padahal kandungan energi dari dua buah pisang setara dengan sepiring nasi. Paling penting adalah kandungan Vitamin C dan Kalium yang berguna menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.
Yogurt Susu
Salah satu lembaga dibawah kementerian yang bertanggungjawab terhadap perkembangan peternakan daging sapi dan produksi susu terletak di Kecamatan Cijeruk. Balai Embrio Ternak ( BET) Cipelang. Menjadi tidak aneh kemudian muncul sentra peternakan Sapi di wilayah ini.
Hal yang patut diapresiasi adalah tumbuhnya generasi yang mengolah susu menjadi bahan makanan. Generasi Milenial ini diharapkan menegakan tonggak baru. Tonggak yang sejalan dengan penetapan kawasan Cijeruk, Caringin dan Cigombong sebagai kawasan Ekowisata.
Getuk Gulung Milo
Makanan ini biasanya hanya terdiri dari singkong, gula merah dan toping kelapa yang diparut. Penambahan Milo sebagai toping menjadikan getuk beranjak rasanya dari original menjadi berasa coklat dan ada rasa-rasa susunya. JIka ditekuni bisa menjadi salah satu alternatif jajanan sehat.
Riset dan Penelitian
Proyek Profil Pelajar Pancasila ini ternyata menumbuhkan jiwa-jiwa analitik akademis. Ada sekelompok anak yang memilih melakukan Penelitian Kemampuan Siswa SMAN 1 Cijeruk dalam membuat kue tradisional. Hal tersebut menjadi menarik karena selain siswa yang melakukan penelitian tersebut meningkat kemampuannya. Hasil penelitian tersebut dapat menjadi rujukan dalam menentukan kebijakan dan program yang dapat dilakukan oleh sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Cijeruk khususnya dan Indonesia pada umumnya. Hal tersebut disampaikan oleh oleh Sudarjat M.Pd selalu pendamping dalam proyek ini.
Profil pelajar Pancasila memiliki enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Salah satu karakter penting yang harus dimiliki oleh pelajar Indonesia adalah sikap bernalar kritis. Dalam menumbuhkan sikap kritis tersebut, proyek penguatan profil pelajar pancasila di SMAN 1 Cijeruk mendorong peserta didik yang menyukai penelitian untuk melakukan proyek-proyek penelitian.
Salah satu tim kelas X.7 melakukan penelitian dengan judul Kemampuan Peserta Didik Kelas X SMAN 1 Cijeruk Dalam Membuat Kue-Kue Tradisional. Hal ini didasari oleh hasil kegundahan mereka terhadap rendahnya kepedulian generasi muda Indonesia dalam melestarikan kekayaan budaya kuliner bangsa Indonesia.
Dan ternyata kekhawatiran tim ini memang beralasan, karena hasil penelitian sederhana mereka yang menggunakan metode survey menunjukkan data yang mengkhawatirkan. Data hasil penelitian terkait kemampuan peserta didik SMAN 1 Cijeruk kelas X dalam membuat kue-kue tradisional dapat dilihat pada tabel.
Dari hasil penelitian menunjukkan kemampuan peserta didik SMA dalam membuat kue-kue tradisional dalam rangka melestarikan kekayaan budaya bangsa masih berada pada tingkat yang rendah. Data ini semestinya dapat ditindaklanjuti dengan penguatan-penguatan dalam bentuk proyek lain, misalnya kegiatan atau pembuatan produk. Data hasil penelitian dapat dijadikan acuan untuk mengelola proyek penguatan profil pelajar pancasila selanjutnya.
Akhirnya dapat disimpulkan bahwa implementasi proyek penguatan profil pelajar pelajar pancasila dapat dirumuskan dengan tiga bentuk kegiatan, yaitu: penelitian, kegiatan dan pembuatan produk.
*Penulis adalah pengajar di SMAN 1 CIjeruk.
Tag
Berita Terkait
-
Pakar Sebut Kurikulum Merdeka Lebih Mudah Diimplementasikan pada PAUD, Ini Penjelasannya
-
Nadiem Resmikan Prasasti Apresiasi untuk Tokoh dan Tenaga Pemugar Candi Borobudur
-
Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka
-
Implementasi Kurikulum Merdeka, Tantangan, dan Solusi
-
Muatan Kearifan Lokal Bisa Dimasukkan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Inflasi Pangan Tembus 3,55 Persen, BI Jadikan Sumsel Kunci Stabilitas Harga 2026
-
Bukan Cuma untuk Wajah, Ini 4 Manfaat Retinol Kalau Dipakai di Kulit Tubuh
-
DEWA Tuntaskan Buyback Saham Hampir Rp 1 Triliun, Rampung Lebih Awal
-
Novel Melukis Langit Dermaga: Pemulihan Diri di Kota Pelabuhan Kecil Jerman
-
Buruan Daftar! Penukaran Uang Baru 2026 di Sumsel Sudah Dibuka, Ini Jadwal & Lokasinya
-
Duel Panas Cremonese vs Genoa Menjadi Pertaruhan Harga Diri Emil Audero
-
Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas IV Halaman 97: "Where are They Doing in Break Time?"
-
Aurel Tak Terlihat di Postingan Gen Halilintar, Pesan Atta Halilintar Soal Jaga Jarak Picu Spekulasi
-
Cara Tukar Uang Baru di BRI, BNI, BCA untuk Lebaran 2026, Bawa Ini Biar Lancar!