/
Senin, 03 Oktober 2022 | 12:00 WIB
Ilustrasi-Seorang Anak SD yang tersambar petir saat kemah (Istockphoto/leremy)

Sukabumi.suara.com - Pada Sabtu (1/10/2022) seorang murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Cijunjung meninggal karena tersambar petir.

Meninggalnya anak SD yang dikarenakan sambaran petir saat berkemah. Ia meninggal sekitar pukul 22.00 WIB di Perkemahan Kwaran di Kampung Layungsari RT 02 RW 06, Desa Ciaruteun Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor

Diketahui bahwa bocah SD tersebut merupakan Ridho M Safaat (11) yang merupakan siswa kelas 5 SDN 2 Cijunjung, Kabupaten Bogor.  

Saeful Romdon selaku saksi mata kejadian tersebut dalam keterangannya mengatakan jika saat itu tengah hujan besar. Sedangkan saat itu korban sedang berada di tenda bersama dengan kawan lainnya. 

“Sedangkan posisi korban Rido M Safaat sedang berada di tenda siswa bersama dengan kawan-kawannya sebanyak 8 orang,” kata Saeful Romdon.

Saeful Romdon merupakan suami dari salah satu pembina SDN 2 Cijunjung saat itu sedang berada di tenda pembina yang berjarak sekitar 1 meter dengan tenda siswa. 

“Bersama sama dengan pembina dan istri pak ustad. Tiba-tiba ada petir yang bersuara cukup keras langsung menyambar ke arah tenda siswa. Langsung saja siswa yang ada di dalam tenda pada panik. Dan salah satu siswa yaitu korban diduga tersambar petir,” jelasnya.

Setelah kejadian diketahui bahwa korban langsung tidak sadarkan diri bahkan tubuhnya mengeluarkan asap dan dengan mata yang terbuka. 

Korban pun segera dilarikan ke ke linik terdekat namun naas nyawanya tidak tertolong. Kemudian korban pun dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Sindir Konten Prank KDRT Baim-Paula, Nikita Mirzani: Lebih Gila dari Gue

“Pada saat dibawa ke Klinik Dr Ridiansyah. Kondisinya masih ada nafasnya. Tetapi pas di perjalanan meninggal dunia,” katanya. 

“Semua panitianya guru. Saat itu saya berniat untuk ke lokasi, tetapi magrib pas hujan. Akhirnya saya gak jadi ke lokasi,” ucap Agus selaku Sekretaris Kecamatan Cibungbulang.

Sementara itu, Camat Cibungbulang, Agung membenarkan kejadian tersebut. Saat itu juga kegiatan kemah Pramuka tersebut langsung dihentikan.

“Kejadian Sabtu malam seorang siswa yang tersambar petir di dalam tenda saat sedang berkemah,” pungkasnya.

Sumber: bogor.suara.com 

Load More