/
Selasa, 04 Oktober 2022 | 15:30 WIB
Ratusan Siswa di Kabupaten Cianjur yang terpaksa melawan arus sungai untuk dapat sekolah (ayobandung.com)

Sukabumi.suara.com - Di Desa Neglasari, Kecamatan Argabinta, Kabupaten Cianjur ratusan pelajar terpaksa harus mempertaruhkan nyawanya untuk pergi sekolah atau pulang dari sekolah. 

Mereka diharuskan untuk menyeberangi sungai dengan arus yang deras di Sungai Cigonggang. Daerah sekitar Sungai Cigonggang tidak terdapat jembatan penyebrangan, sehingga ratusan pelajar mulai dari SD, SMP, SMA terpaksa harus menyeberangi arus kuat sungai tersebut. 

Para pelajar sudah terbiasa untuk terpaksa membolos jika arus Sungai Cigonggang sedang pasang. Karena memiliki risiko tinggi.

Naishin selaku Kepala Desa Neglasari membenarkan jika ratusan pelajar tersebut terpaksa untuk menyeberangi sungai untuk pergi atau pulang dari sekolah.

"Mereka terpaksa menerjang sungai demi pergi ke sekolah,” ucap Nasihin pada Senin (3/10/2022).

Jika air sedang pasang para pelajar terpaksa membolos karena jalan pintas menuju sebrang memiliki jarak yang jauh.

"Nyawa pelajar ini memang terancam, bahkan setiap tahunnya selalu menelan korban akibat terpeleset saat sedang menyebrang," jelas Naishin.

Pihak Kabupaten Cianjur tidak tinggal diam, mereka sudah beberapa kali mengajukan permohonan dalam pembangunan jembatan. Tetapi tidak ada tanggapan dari pemerintah pusat Kabupaten Cianjur. 

“Sudah bosan mengajukan, tapi tidak ditanggapi,” katanya.

Baca Juga: Lebih dari Selusin Gol, Garuda Muda Hantam Guam

Sumber: suara.com

Load More