Sukabumi.suara.com – Duka tragedi Kanjuruhan mengundang empati dari masyarakat Indonesia tanpa mengenal latar belakang kalangan. Terbaru, hal yang menjadi pusat perhatian adalah massifnya donasi yang dikumpulkan oleh para Army (sebutan fans boyband BTS) di Indonesia.
Tak tanggung-tangung, Army Indonesia diketahui berhasil mengumpulkan dana donasi mencapai lebih dari Rp400 juta untuk keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Tak heran, jika hal tersebut menuai pujian dan rasa hormat dari warganet.
Di lain sisi, publik dibuat geram dengan kebijakan yang dinilai tak layak dari Dewan Perwakilan Wakyat (DPR). Diketahui jika tak lama setelah kabar donasi ARMY Indonesia untuk Kanjuruhan, muncul kabar jika DPR menganggarkan dana sebesar Rp1,5 miliar untuk membeli TV LED.
Detailnya, anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli sebanyak 100 unit TV LED di setiap ruang kerja para anggota.
Mengundang reaksi amarah dan menjadi perbincangan di media sosial Twitter, kebijakan tersebut sontak langsung menuai kritik. Salah satunya disampaikan oleh sebuah akun dengan nama @choochulatown.
“orang-orang ini pada ga malu ya? BTS- Army donasi 440 juta, NCT-NCTzen dan Wayzenni donasi 231 juta, Seventeen- Carat 53 juta. Iya, mereka yang sering dituduh ga cinta tanah air nyisihin sebagian hartanya buat bantu Kanjuruhan. Lah yang katanya perwakilan rakyat kok malah sibuk beli TV harga 1,5 M sih?” protes warganet tersebut
Hingga saat ini, cuitan yang dimaksud menjadi viral dan diretweet oleh sebanyak lebih dari 17 ribu pengguna twitter lain, dan disukai oleh lebih dari 60 ribu akun.
Ungkapan tersebut juga langsung disetujui oleh warganet lainnya.
“Tau dah kocak banget lawak” tulis @calverria,
Baca Juga: Stadion Kanjuruhan, Saksi Penghargaan The Best Supporter untuk Aremania
“Rakyatnya bahu membahu menggalang dana buat sesama rakyat, wakil rakyatnya berlomba lomba ngabisin duit rakyat” ujar salah satu netizen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
ASUS ExpertBook Ultra, Laptop Flagship Baru untuk Profesional
-
PSSI Lanjutkan Naturalisasi Timnas Indonesia, Pemain Ini Diprediksi Datang!
-
Beroeng Sorah: Tempat Pulang dari Penat di Tengah Persawahan Kalisat Jember
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Film Dukun Magang: Ketika Para Komika Beraksi Lawan Hal Mistis
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Review Serial Every Year After: Ketika Waktu Gagal Menghapus Rasa Bersalah
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama