/
Selasa, 04 Oktober 2022 | 08:30 WIB
Stadion Kanjuruhan (Ongisnade/Flickr)

Sukabumi.suara.com - Stadion Kanjuruhan merupakan salah satu fasilitas olahraga sepak bola yang berada di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Melihat riwayat pembangunannya, stadion ini dibangun pada tahun 1997 dengan menelan dana sekitar Rp35 miliar.

Dibangun selama hampir 7 tahun, stadion yang awalnya memiliki kapasitas sekitar 40 ribuan penonton tersebut baru selesai pada bulan Juni 2004.

Kala itu laga yang menjajal lapangan stadion tersebut secara perdana adalah klub Arema Malang melawan PSS Sleman, yang berakhir dengan kemenangan Arema Malang dengan skor 1-0.

Di saat yang sama itu pula, menjadi awal pertama kalinya Arema dan Aremania pindah dari kandang lama di Stadion Gajayana, Kota Malang ke stadion Kanjuruhan.

Tentu ada banyak kenangan yang tercatat bagi Arema dan Aremania di stadion tersebut. Mulai dari beberapa kali peraihan gelar juara dan rentetan kemenangan dari berbagai kali pertandingan.

Si stadion itu pula Aremania rupanya pernah meraih predikat The Best Supporter di ajang Copa Indonesia 2006. Meski sebenarnya, pemberian gelar dan hadiah tak dilakukan secara simbolis di stadion Kanjuruhan.

Di tahun 2010, stadion Kanjuruhan pernah melalui renovasi sebagai syarat mengikuti Liga Champions AFC 2011 dengan menambah daya pada pencahayaan. Kemudian di tahun 2014, stadion juga kembali mendapatkan penambahan satu tribun, yakni tribun berdiri.

Tribun tersebut berada di sekeliling sentelban dengan pagar yang memisahkan tribun dengan lapangan. Penambahan tribun tersebut otomatis menambah kapasitas stadion menjadi benar-benar mencapai 45 ribu penonton.

Kala itu, disebutkan bahwa penambahan tribun dimaksudkan untuk mengantisipasi membludaknya Aremania pada laga-laga tertentu yang bertajuk big-match.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan: Duka Dunia dan Bendera Setengah Tiang Anggota Federasi FIFA

Load More