Sukabumi.suara.com - Anak-anak di Indonesia terkena penyakit ginjal secara misterius. Kasus ini meningkat secara signifikan sejak Agustus hingga September 2022. Penyakit ginjal misterius ini dikaitkan dengan obat batuk dari India.
Mengenai faktor penyebab penyakit ini masih belum diketahui dan sedang dilakukan pendalaman mengenai penyebabnya.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI membentuk tim khusus untuk menyelidiki, mengungkap, dan menindak lanjuti gangguan gagal ginjal akut yang menyerang anak Indonesia.
Tim investigasi Kemenkes ini terdiri atas Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM).
"Tim investigasi bertugas untuk menyelidiki kasus gangguan ginjal akut misterius," kata Siti Nadia selaku Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI, pada Kamis (13/10/2022).
Pada 3 Oktober 2022 sebanyak tambahan 3 kasus, sehingga jumlah pasien yang masih dalam proses penanganan saat ini yaitu 40 anak usia balita hingga 8 tahun.
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Dirjen Yankes) Kemenkes RI telah menerbitkan Keputusan Dirjen Yankes nomor HK.02.92/I/3305/2022 tentang Tatalaksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal.
"Hasil pemeriksaan laboratorium Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), hingga kini tidak ditemukan bakteri atau virus yang spesifik," ucapnya.
Kemenkes hingga saat ini masih melakukan koordinasi dengan pakar dati Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang melakukan investigasi terhadap kasus serupa di Gambia, Afrika.
Kabar terbaru dari Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yaitu Piprim Basarah Yanuarso, bahwa pada Jumat 14 Oktober terdapat 152 kasus gagal ginjal misterius pada anak Indonesia.
Dengan rincian pada setiap daerahnya:
1. Jakarta (49),
2. Jabar (24),
3. Jateng (1),
4. Daerah Istimewa Yogyakarta (11),
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
IRGC Iran: Operasi Pembalasan ke Amerika Akan Terus Berlanjut
-
Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum
-
Drakor Agent Kim Reactivated Ungkap Pakai AI untuk Adegan Misi Korea Utara
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Perjuangan Swiss yang Dikhianati Pemainnya Sendiri
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
3 Lawan 1! Laga Belum Dimulai Suporter Inggris dan Argentina Baku Hantam
-
Rejo Andoyo: Pahlawan Senyap Penjaga Listrik Mandiri di Desa Kedungrong Kulon Progo DIY
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
-
5 Tips Ampuh Memulai Percakapan Saat MPLS, Dijamin Gak Bakal Canggung!
-
Revitalisasi Benteng Rotterdam Segera Dikaji Kementerian Kebudayaan