Sukabumi.suara.com – Fenomena alam berupa angin kecang kembali terjadi di Sukabumi, dan menyebabkan rusaknya beberap rumah milik warga.
Detailnya, musibah angin kencang yang terjadi berlokasi di dua tempat yakni Kecamatan Cibadak dan Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (3/11/2022).
Tidak secara langsung rusak karena tiupan angin, menurut keterangan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, rumah di Kampung Gunungkarang RT 001/006, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, rusak pada bagian atap akibat tertimpa pohon tumbang akibat disapu angin kencang.
Meski terjadi pada siang hari yakni sekitar pukul 13:30 WIB, dipastikan tidak ada korban jiwa atau luka pada peristiwa tersebut.
Di lokasi berbeda, yakni di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, jumlah rumah yang mengalami kerusakan lebih banyak, yakni empat rumah dan mushola yang rusak ringan.
Di wilayah ini, kerusakan baru secara langsung disebabkan oleh bagian atap yang disapu angin kencang pada sekitar pukul 14.00 WIB. Adapun disebutkan bahwa angin kencang menyapu atap bangunan saat hujan deras turun.
Mengutip Sukabumiupdate.com salah satu jaringan Suara.com, empat rumah yang rusak secara detail berada di Kampung Rancaoray RT 01/10 dan RT 05/10, kemudian di Kampung Rabcabuluh RT 03/01 dan mushola Al-Hikmah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Ratusan Warga Padati Balai Kota Pagar Alam, Undian Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Meriah
-
PT Bukit Asam Tbk Resmikan SAKA Ombilin Heritage Hotel untuk Dorong Ekonomi Berkelanjutan
-
Skandal Guest House UIN Raden Fatah Melebar, PPK Ikut Ditahan, Negara Rugi Rp2,1 Miliar
-
Beda Haluan dengan Sepak Bola, Futsal Indonesia Tegas Tolak Naturalisasi demi Produk Lokal.
-
Slow Travel di Bhutan: Cara Elegan Melarikan Diri dari Hiruk Pikuk Dunia Modern
-
Tim Sparta Amankan Terduga Pekaku Pelecehan Seksual di Bendungan Tirtonadi
-
Takut Anak Gagal Masuk PTN? 7 SMA Swasta di Palembang Ini Kini Jadi Pilihan Banyak Orang Tua
-
Dwi Kewarganegaraan akan Diterapkan di Indonesia, Siapa yang Bisa Dapat Kesempatan ini?
-
Hasil Proliga 2026: Surabaya Samator Ungguli Garuda Jaya pada Leg Pertama
-
Pemain yang Diincar PSG ini Tolak Tawaran Timnas, Indonesia, Padahal Diminta Ibunya