Sukabumi.suara.com – Anak Sunan Kalijaga yaitu Sean mendapatkan penganiayaan di sekolahnya yang terjadi ketikan pelaku berada di luar kelas memetik daun dan melemparkan kepada Sean.
Bukan hanya itu saja, pelaku juga memukul bagian lengan kirinya.
Sean masih sabar menghadapi tindakan tersebut dan tetap melanjutkan aktivitasnya dengan bermain bola bersama teman-temannya.
Selepas itu, ketika Sean asyik bermain bola sebagai penjaga gawang, tiba-tiba pelaku yang melakukan tindakan pertama mengambil daun dan memukuli Sean, yang kemudian dilanjutkan dengan membawa sampah ke wajah Sean. Alhasil ada serpihan sampah yang termakan dan masuk ke mata Sean.
Dari tindakan tersebut pelaku langsung berlari ke atas, dikira Sean tindakan yang dilakukan pelaku sudah selesai.
Namun, nyatanya pelaku menunggu di koridor dan melanjutkan tindakan kekerasannya dengan memukul bagian dada kanan serta kiri Sean.
Meskipun pelaku tidak satu kelas dengan Sean, pelaku mendatangi kelas Sean sambil memukuli hingga belasan kali.
Akibat kekerasan ini, saat melakukan CT Scan, kondisi Sean kepalanya mengalami lebam. Dari kasus ini, Sunan Kalijaga berharap bahwa hal tersebut bisa menjadikan pembelajaran bagi orang tua yang mendidik anak.
“Karena ini kasus anak, mudah-mudahan kedepannya ini menjadi pembelajara, dan semoga sekolah juga bisa bertanggung jawab,” ujar Sunan Kalijaga.
Baca Juga: Bocoran Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Hadapi Burundi di FIFA Matchday
Saat ini, Sunan Kalijaga sudah memberikan barang bukti berupa surat pernyataan dari pihak sekolah, surat pernyataan dari pelaku, dan juga flashdisk berisikan kumpulan CCTV.
Pihak pengacara dari Sunan Kalijaga menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar pasal 76C dengan ancaman hukuman tiga tahun enam bulan serta ancaman kurungan.
Di sisi lain, Sunan Kalijaga berharap semoga pihak sekolah mampu memberikan penegakkan pada sebuah aturan agar kejadian tersebut tidak berulang kembali.
“Yang pasti kami menuntut kepada sekolah adalah tegakkan aturannya bahwa pelaku-pelaku yang kita duga bullying atau kekerasan itu harus mendapatkan sanksi,” pungkas Sunan Kalijaga. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Dari OOTD Pagi sampai Midnight Vibes, Galaxy A37 5G Bikin Konten Tetap Estetik Seharian
-
Film Anime Mononoke 3 Rilis Trailer Baru, Siap Tayang Mei 2026 di Jepang
-
Tren Pet Parenting Meningkat, PAW Expo 2026 Jadi Destinasi Wajib Pecinta Anabul
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
Wajah Mbappe Berdarah! Arbeloa Ngamuk ke Wasit usai Real Madrid Ditahan Girona
-
Terpopuler: HP Snapdragon Paling Murah hingga Google Luncurkan Search Live
-
Luka dari Meurawoe: Membaca Aceh Pasca-DOM dalam Bayang Suram Pelangi
-
West Ham Kirim Tottenham Hotspur ke Zona Degradasi usai Bantai Wolves 4-0
-
4 Toner Black Rice, Rahasia Kulit Cerah dan Lembap tanpa Terasa Lengket!
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi