Sukabumi.Suara.com-Kepolisian Resor Banjarnegara mengungkap kasus pembunuhan bersindikat penipuan penggandaan uang.
Kasus pembunuhan ini diawali terkait laporan atas hilangnya korban pria berinisial PO (53) asal Sukabumi, Jawab Barat.
Pelaku penipuan nekat membunuh korban karena kesal akibat sering ditagih hasil penggandaan uang.
Pelaku utama dalam kasus tersebut adalah seorang laki-laki berinisial TH, selama lima tahun terakhir pelaku mengakui perbuatannya sebagai dukun yang bisa menggandakan uang.
Korban berinisal PO sudah terperdaya dengan menyerahkan uang total sebesar Rp 70 juta. Penjelasan tersebut dilansir dari Kompas : konferensi pers Kepala Kepolisian Hendri Resor Banjarnegara (03/04).
Kronologi kejadian yakni Ibu berinisal N (ibu kandung sang anak/kerabat/mantan istri korban) memaparkan pada Kamis (23/03) laki-laki berinisial PO berangkat menuju Banjarnegara dengan itikad menemui pelaku penggandaan uang.
Sesampainya di lokasi tujuan korban yang merupakan sosok Ayah bagi anak laki-laki nya (G) sempat mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada sang anak.
Pesan terebut memberikan informasi jika korban PO tidak ada kabar dalam beberapa hari kedepan, sang anak di mohon agar memeriksa kerumah tersangka bersama aparat berwenang.
Jumat (24/3) telpon seluler korban berinisial PO tidak aktif. Pihak keluarga pada senin (27/3) melaporkan kasus ini kepada Kapolres Banjarnegara.
Kepolisian melakukan penyelidikan dengan hasil penyelidikan berupa temuan jenazah korban PO telah di kubur pada jalan setapak menuju ke hutan Wanayasa.
Tidak hanya itu, ditemukan jenazah lainnya yang sudah membusuk bahkan hingga tulang-belulang yang diduga merupakan korban pembunuhan pelaku.
Sebelum kematian korban PO yang merasa praktik penggandaan uang tidak menghasilkan sehingga korban PO berkali-kali menagih kepada pelaku. Pelaku kesal dan nekat memberikan minuman yang berisi potas kepada korban PO.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali