Pagi itu suara berbagai suara motor yang dipanaskan mulai memenuhi parkiran. Ada yang dipanaskan di atas mobil double cabin, pickup, truk, sampai dengan yang dibiarkan tetap hidup di depan tenda Tukang nasi uduk. Ratusan motor memenuhi lapangan itu, satu hal yang pasti seragam adalah ban tahu, minimal harganya dua kali lipat harga ban biasa yang bermerek sama. Motor-motor yang dikutuk dari beban dan medan biasa menjadi penjelajah daerah-daerah terjal dengan sejuta tantangan, bercampur dengan motor berdarah expatriat (orang asing) yang beli oli sampingnya saja setengah juta. Sungguh kegiatan main-main yang terlalu serius. Satu hal yang pasti, motor biasa brand lokal dengan mounting sekenanya tentu tidak minder bertemu dengan motor trail build up, pemilik tentunya bebas bercanda sambil diselingi minum kopi.
Tak lama kemudian, muncul seorang peserta dengan riasan merah menyala, memakai iket/totopong (kain penutup khas Sunda) suaranya cukup keras menyapa sambil bercanda. “Cepot kamana wae, event kamari asa teu katempo” tanya seorang peserta lain. Jerseynya sama menandakan yang tanya jawab adalah peserta, dia bertanya kenapa Cepot tidak datang dalam event yang diadakan sebelumnya. “Geus biasa Cepot mah loba nu kangen” jawabnya, Cepot sudah biasa banyak yang kangen. Karakter Cepot tidak asing di Indonesia, tidak hanya dikenal di kalangan orang Sunda. Dalam Pewayangan karakter Cepot sesuai dengan karakternya yang suka bercanda. Alih-alih memamerkan helm mahal dengan google mahal nan aman, Bah Iyus Jibril orang memanggilnya, lebih memilih bermake up karakter Cepot.
Bah Iyus pertama kali mengenakan kostum Cepot pada event Motocross yang di Cicadas Kecamatan Cikembar. Tujuannya adalah menghibur peserta yang lain. Ternyata kehadirannya mendapatkan tanggapan positif dari peserta dan panitia, suasana menjadi lebih segar dan berseni. Kostum yang dimilikinya secara pribadi, make up, baju pangsi dan iket dibelinya sendiri via online dengan persetujuan sang istri, sedangkan wig diperolehnya dari sumbangan orang lain yang menilai ada yang kurang dari penampilannya. Untuk penampilan saat kegiatan tersebut Bah Iyus memakai make up sendiri, dia mencari tempat yang sepi agar leluasa memakai kostumnya.
Tanggapan dari Panitia event-event Motocross berikutnya sering mengundang untuk ikut acara secara gratis karena dianggap meramaikan acara dan berkontribusi positif. Tanggapan keluarga pun sangat baik, pernah sampai dia membawa cucunya sendiri dan didandani memakai kostum cepot juga. Hal tersebut karena pihak panitia mengadakan kegiatan yang melibatkan anak-anak. Tidak hanya mencairkan dan menyegarkan suasana, Bah Iyus sering diajak berfoto bersama oleh peserta dan penonton kegiatan. Tidak jarang anak-anak meminta kepada orang tuanya untuk berfoto bersama. Apalagi saat Cucunya juga hadir dan berkostum yang sama.
Ketika ditanya apakah kehadiran beliau dengan mempromosikan pelestarian budaya dalam kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pariwisata, olahraga, dan budaya ini sudah mendapatkan perhatian khusus dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sukabumi. Bah Iyus menyatakan bahwa sampai saat ini belum ada perhatian khusus. Pernah sekali dia diundang pada acara diskusi pelestarian budaya di Pendopo Cipetir Sukabumi mendapatkan apresiasi dari Jenderal Nyoman, bahwa yang dilakukannya sangat bagus dalam hal pelestarian budaya.
Tanggapan positif juga diberikan mantan Ketua MGMP Bahasa Sunda Kab. Sukabumi. Gusniawan, S.Pd yang akrab dipanggil Kang Ges. Memang sudah seharusnya berbagai kegiatan yang dilakukan di Jawa Barat terutama di Sukabumi menghadirkan ikon-ikon budaya yang ada di tanah Pasundan. Apa yang dilakukan Bah Jibril membantu mengenalkan dan menguatkan seni budaya, sehingga meringankan tugas Guru Bahasa Sunda dan Guru Seni Budaya. Semoga hal tersebut bisa lebih ditingkatkan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Sukabumi. Mengenalkan kebudayaan tidak hanya dengan mengadakan pasanggiri, Pemda Sukabumi kalau bisa Bupatinya sendiri mengapresiasi langsung apa yang dilakukan oleh Bah Iyus.
Wayang telah diakui oleh UNESCO sekitar tahun 2003, lembaga PBB yang bergerak di bidang pendidikan dan kebudayaan ini telah menetapkan wayang sebagai “Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity”. Diperkirakan wayang masuk ke Indonesia pada masa pemerintahan Prabu Airlangga, Raja Kahuripan yang memerintah pada tahun 979 hingga 1012. Daerah yang saat ini dikenal sebagai Jawa Timur pada masanya sedang dalam masa keemasan. Beberapa karya sastra ditemukan pada abad ke-10 yang ditulis menggunakan bahasa jawa kawi atau kuno. Karya-karya tersebut diadaptasi dari kitab Mahabharata dan Ramayana dari India.
Wikipedia melansir Cepot atau Astrajingga adalah salah satu tokoh Wayang Golek dalam pewayangan Sunda. Cepot adalah karakter Punakawan wayang golek bersama Dawala dan Garéng, yang tidak ada dalam Mahabharata atau Ramayana asli. Cepot adalah salah satu putra Semar. Cepot adalah karakter pedesaan dari desa fiksi Tumaritis, di mana dia tinggal bersama ayahnya Semar dan dua saudara laki-lakinya, Petruk dan Dawala. Cepot humoris dan easy going, semua yang dikatakan Cepot cenderung lucu, dan tingkah Cepot banyak joke dagelan yang kebanyakan dilakukan bersama tokoh antagonis wayang goleknya. Cepot dalam wayang golek juga memiliki wajah lain yang tampan: Astrajingga, digambarkan dengan wajahnya yang lurus, rendah hati, tampan dan putih. Cepot adalah karakter favorit maestro wayang golek Sunda Indonesia Asep Sunandar Sunarya.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Final Liga Europa 2022-2023: Sevilla vs AS Roma
Berita Terkait
-
Mahalini Mualaf Sudah Direstui Ayah: Yang Penting Mereka Bahagia
-
Inara Rusli Lepas Cadar di Depan Ustad Derry Sulaiman, Masya Allah Cantiknya
-
Tamara Bleszynski Dianggap Mirip Mpok Atiek: Efek Wajah Gemukan dan Sudah Menua
-
Ayah Kasih Restu Mahalini Masuk Islam Saat Jadi Istri Rizky Febian: Tidak Ada Agama yang Mengajarkan Buruk
-
Ini Jurus Ari Wibowo Tangkis Isu Pelit dan Tak Nafkahi Inge Anugrah, Netizen Bakal Percaya?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
BabyMonster Rilis MV 'I Like It': Cara Jenius Taklukkan Musim Panas dengan Keberanian!
-
Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman
-
Nggak Antre! Begini Cara Praktis Cetak Bukti Bayar STNK Sendiri di Rumah setelah Bayar Online 2026
-
Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
Cara Pilih Cushion untuk Kulit Berminyak, Lengkap 2 Rekomendasi Terbaik
-
Dari Istana ke Paspor: Mengapa Politik Menentukan Kesempatan Kerja?
-
Profil Fangfang Istri Vicky Prasetyo yang Ramai Menjadi Sorotan
-
FH UNY Berdayakan UMKM Desa Galuhtimur Lewat Legalitas Hukum & Inovasi Produk
-
Jawa Tengah Siap Jadi Lumbung Daging Nasional, Wakil Ketua DPRD Ungkap Strategi Kuncinya