- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengkaji pembagian manfaat ekonomi Blok Andaman untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Provinsi Aceh.
- Pemerintah pusat membahas skema hak partisipasi 10 persen dan alokasi gas untuk mendukung operasional industri strategis lokal Aceh.
- Langkah tersebut bertujuan memajukan ekonomi daerah melalui pemanfaatan produksi gas Blok Andaman bagi PT Pupuk Iskandar Muda.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membuka peluang bagi Pemerintah Provinsi Aceh untuk mendapatkan porsi manfaat ekonomi yang lebih besar dari pengelolaan Blok Andaman.
Saat ini, pemerintah pusat tengah mengkaji skema pembagian pendapatan, termasuk upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh dari proyek raksasa minyak dan gas bumi (migas) tersebut.
Bahlil menjelaskan, ada dua isu utama yang kini sedang digodok secara intensif. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah mengenai ketentuan hak partisipasi atau participating interest (PI) sebesar 10 persen yang terikat regulasi jarak wilayah kerja migas dari garis pantai.
"Ada dua aspirasi. Andaman itu yang blok sekarang itu 12 mil di atas darat. Undang-Undang menyatakan kalau 12 mil ke bawah itu participating interest-nya ada 10 persen yang diberikan prioritas kepada daerah. Kalau yang 12 mil ke atas itu adalah kewenangan pemerintah pusat," kata Bahlil dalam keterangannya yang dikutip Minggu (12/7/2026).
Solusi "Setengah Kamar" untuk Kepentingan Daerah
Meskipun secara regulasi kewenangan pemberian PI berada di tangan pemerintah pusat karena posisi blok di atas 12 mil, Bahlil mengaku telah menjalin komunikasi langsung dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), guna mencari jalan tengah yang saling menguntungkan.
Ia menegaskan, persoalan ini juga telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto demi merumuskan formulasi terbaik.
"Saya sudah kasih tahu Pak Gub (Muzakir), kita bicarakan setengah kamar. Tidak mungkin orang Papua tidak memahami perasaan saudara-saudara saya dari Aceh. Kalau memang harus kita bagi, bagi saja," ujar Bahlil menekankan asas keadilan daerah.
Bahlil juga mengimbau agar segala kendala atau ketidaksepakatan diselesaikan melalui ruang dialog yang kondusif. "Kalau ada yang kurang-kurang dibicarain baik-baik. Jangan pakai gaya-gaya, ya gitulah kira-kira. Bahaya nanti, setengah kamar baru kita bicara," imbuhnya.
Baca Juga: Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas
Selain pembagian porsi pendapatan finansial, skema lain yang sedang dipertimbangkan pemerintah adalah pengalokasian produksi gas dari Blok Andaman untuk memutar roda industri hilir di Serambi Mekah.
Produksi awal Blok Andaman diperkirakan mampu menembus angka sekitar 300 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Sebagian dari total produksi tersebut telah dipetakan untuk memenuhi kebutuhan PT PLN (Persero).
Sementara itu, sisa pasokan gasnya sedang diupayakan untuk memasok industri strategis lokal, salah satunya adalah produsen pupuk nasional, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).
"Nah, ini lah kemudian yang masih ada kurang lebih sekitar sebagian yang harus kita bicarakan untuk kalau bisa itu dipakai dalam rangka memenuhi industri di Provinsi Aceh agar ekonominya bisa berjalan," jelas Bahlil.
Langkah alokasi domestik ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menekan ketergantungan PT Pupuk Iskandar Muda terhadap pasokan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dari luar daerah, yang selama ini struktur harganya masih harus ditopang oleh subsidi pemerintah pusat.
Berita Terkait
-
Lantik Pengurus Aceh, Bahlil Tegaskan Golkar Dukung Prabowo Sampai Selesai
-
Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional
-
Jembatan Enang-enang Hasil Patungan Rakyat Aceh Rp1 M Ditutup, Menteri PU Nilai Struktur Belum Kuat
-
Butuh 2,5 Juta Ton Per Tahun untuk B50, Pemerintah Bangun Pabrik Metanol
-
Link Resmi Pendaftaran Rekrutmen Pegawai SKK Migas 2026 Dibuka, Ini Syaratnya
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket
-
Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah
-
Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini
-
Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
-
Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik
-
Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan