Bali adalah salah satu pulau di Indonesia yang menyimpan banyak destinasi wisata alam dan budaya.
Selain menyuguhkan tempat wisata, Bali juga terkenal akan kulinernya, seperti ayam betutu, nasi jinggo, hingga sate lilit.
Maka tak heran, jika pulau yang dijuluki sebagai Pulau Seribu Pura ini selalu ramai dikunjungi oleh pelancong, baik domestik maupun mancanegara.
Namun, berlibur ke Bali belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi satu kuliner legendaris khas Bali, yaitu rujak kuah pindang.
Apa itu rujak kuah pindang?
Rujak kuah pindang adalah rujak khas Bali yang isinya irisan buah-buahan kemudian disiram dengan kuah pindang.
Adapun buah-buahan yang digunakan adalah jambu, bengkuang, pepaya, mangga, nanas, kedondong, belimbing, dan timun.
Sementara untuk kuahnya adalah hasil rebusan ikan pindang yang diberi bumbu serta rempah seperti garam, gula, terasi, dan jeruk nipis.
Secara tampilan, rujak kuah pindang hampir sama dengan rujak buah pada umumnya. Hanya saja, berbeda dari segi bumbu dan kuah.
Baca Juga: Bukan Makanan Mahal, Ternyata Ini Makanan Kesukaan Nagita Slavina yang Bikin Warganet Terheran-heran
Kuah yang gurih dicampur buah-buahan segar membuat rujak kuah pindang menjadi santapan dengan citarasa yang khas.
Tidak sulit untuk menemukan rujak kuah pindang di Bali. Hampir setiap daerah di Pulau Dewata selalu ada penjual rujak kuah pindang yang harganya bervarian, sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000 rupiah per satu porsi.
Bahkan, bagi sebagian besar pedagang, rujak kuah pindang dianggap sebagai menu paling laris daripada jenis rujak lainnya, seperti rujak bulung, rujak boni, dan sebagainya.
Jadi, untuk yang akan berlibur ke Bali, jangan lupa mencicipi rujak legendaris yang satu ini, ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!