Sukabumi.suara.com - Tes DNA yang dilakukan untuk membuktikan pengakuan DJ Verny Hasan bahwa dia telah mengandung anak Denny Sumargo pada tahun 2019 kini menjadi sorotan lagi karena perseteruan mereka yang kembali memanas.
Verny Hasan mengajak Denny Sumargo untuk melakukan tes DNA sekali lagi, kali ini di Rumah Sakit di Singapura.
Namun, banyak yang bertanya-tanya apakah tes DNA pertama yang dilakukan oleh Denny Sumargo pada tahun 2019 bisa salah?
Verny Hasan mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap hasil tes DNA tahun 2019 karena Rumah Sakit yang melakukan tes tersebut telah ditentukan oleh Denny Sumargo.
Saat itu, Denny Sumargo memilih Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dan hasil tes DNA menunjukkan bahwa anak tersebut bukanlah anak Denny Sumargo.
Namun, dokter forensik dari RSCM, dr. Ade Firmansyah Sugiharto, mengatakan bahwa hampir tidak mungkin ada kesalahan dalam proses maupun hasil dari tes DNA pertama.
Menurutnya, memalsukan hasil tes DNA hanyalah ada di film. Laboratorium yang berhak melakukan tes DNA haruslah laboratorium yang sudah terakreditasi ISO 17025, yang merupakan standar internasional.
Laboratorium ini akan memberikan hasil tes DNA yang independen dan dapat dipercaya.
Dokter Ade Firmansyah menyatakan bahwa kemungkinan besar hasil tes DNA yang dilakukan di rumah sakit di luar negeri akan sama seperti tes DNA pertama.
Baca Juga: Singgung Kasus Rempang, Ganjar Bicara soal Pentingnya Mitigasi Atasi Konflik Agraria
Ia berpendapat bahwa selama laboratoriumnya memenuhi standar yang sama dan tidak terkontaminasi, hasilnya akan sama.
"Saya rasa selama laboratoriumnya juga sama terstandar, metode pengambilannya segala macem dan tidak terkontaminasi," ujarnya.
"Pasti hasilnya akan sama, tidak akan berbeda," jawab Dokter Ade Firmansyah.
Namun, jika hasilnya berbeda, maka perlu diperiksa lebih lanjut apakah rumah sakit tersebut telah memenuhi standar akreditasi ISO 17025 dengan baik atau ada masalah dalam prosedurnya.
"Kalo hasilnya beda, tentu kita lihat dulu di sana seperti apa," ujarnya.
"Saya nggak bisa menyalahkan dua-duanya, tapi kita kembalikan dulu ke rumah sakitnya," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Terbongkar, Soal Ayah Biologis Anak Verny Hasan, Richard Lee Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Terbongkar, Ungkap Fakta Mengejutkan, Ini yang Jadi Penyebab DJ Verny Kekeh Ingin Tes DNA Kedua: Nanti aku mau...
-
Kemarin Ngotot Minta Tes DNA Ulang, Verny Hasan Tetiba Ngaku Salah Pada Denny Sumargo, Drama Apa Lagi Ini?
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati