Kabar heboh mewarnai dunia sepak bola Indonesia hari ini. Sebuah informasi mengenai kepindahan Ramadhan Sananta dari Persis Solo ke Timnas Indonesia untuk mengikuti Asian Games menjadi sorotan tajam. Namun, dalam sebuah klarifikasi resmi, Persis Solo dengan tegas membantah rumor ini.
Dalam wawancara eksklusif dengan narasumber utama kami, Manajer Persis Solo, Budi Santoso, kami mendapatkan jawaban atas perbincangan hangat ini. Menurut Budi Santoso, rumor tersebut tidak berdasar dan tidak memiliki dasar yang kuat.
"Kami ingin menyatakan dengan tegas bahwa Persis Solo tidak pernah berniat untuk melepas Ramadhan Sananta ke Timnas Indonesia untuk Asian Games. Ramadhan adalah pemain berbakat yang kami banggakan, dan dia akan tetap menjadi bagian dari tim kami," kata Budi Santoso.
Menurutnya, Ramadhan Sananta adalah salah satu pemain kunci dalam rencana Persis Solo untuk musim depan, dan klub tersebut sangat mengandalkan kontribusinya dalam meraih prestasi di tingkat nasional.
Budi Santoso juga menambahkan bahwa klubnya tidak menerima tawaran apapun terkait transfer Ramadhan Sananta ke Timnas Indonesia atau klub lain. Dia menegaskan bahwa Persis Solo akan terus mendukung perkembangan karier Ramadhan, baik di tingkat klub maupun timnas.
Dalam pernyataan resmi Persis Solo, mereka mengungkapkan dukungan penuh mereka terhadap Ramadhan Sananta dalam mewujudkan impian bermain untuk Timnas Indonesia di Asian Games. Klub ini percaya bahwa pemain mereka memiliki potensi untuk bersinar di tingkat internasional.
Dengan klarifikasi dari Persis Solo ini, kabar tentang kepindahan Ramadhan Sananta ke Timnas Indonesia untuk Asian Games tampaknya adalah rumor yang tidak benar. Semua mata kini tertuju pada prestasi gemilang yang akan dipersembahkan oleh Ramadhan Sananta di level klub dan timnas dalam kompetisi mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026