Sukabumi.suara.com - Usai diviralkan Pandawara Group di mana Pantai Loji, Desa Sang, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, diklaim pantai terkotor ke-4 di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun turun tangan.
Pandawara Grup menyebarkan video lautan sampai di pesisir pantai Loji dengan tulisan "Selamat Datang di Pantai Terkotor No 4 di Indonesia" di platform TikTok hingga Instagram.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengaku tidak tahu kalau pantai Loji jadi pantai terkotor ke-4 di Indonesia.
"Kan, namanya terkotor nomor 4 itu harus ada standarnya, kita jadi juara 1, 2 dan 3 kan biasanya ada standarnya. Mereka (Pandawa Grup) mengemukakan itu bagaimana. Kan, kita juga gak ngerti," tutur Ade dikutip dari Sukabumi Update.
Meskipun Pandawara Group menyebarkan lautan sampah di pesisir pantai Loji, menurut Ade, tidak berdampak pada status Ciletuh Unesco Global Geopark.
"Kita usahakan Kabupaten Sukabumi harus bersih apalagi kita akan jadi tuan rumah Healthy Cities Summit 2024. Selain itu juga, kita (Kabupaten Sukabumi) memiliki (status) Wistara, mudah-mudahan Wistara III Kabupaten/Kota sehat, oleh karena itu kita bersihkan sampah ini," kata Ade.
Ade mengungkapkan bahwa Pemkab Sukabumi akan bekerjasama dengan TNI, Polri dan masyarakat untuk membersihkan lautan sampah di pesisir pantai Loji.
Agenda membersihkan pantai dari lautan sampah rencananya digelar pada 4-7 Oktober 2023. (*)
Berita Terkait
-
Pandarawa Group Diserang Karang Taruna dan Kades Gara-gara Unggah Video Pantai Cibutun Terkotor Ke-4 di Indonesia: Disomasi 2x24 Jam
-
Ini Jawaban Mengejutkan Denny Caknan, Kalau Istrinya Bella Bonita Diganggu Pria Lain: Ya Aku Ganggu....
-
Mantan Pemain Chelsea Andriy Shevchenko Jadi Penasihat Independen Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
6 Orang yang Serang Polisi saat Gerebek Bandar Narkoba di Medan Ditangkap
-
Redmi Headphones Neo Lolos Sertifikasi Komdigi, Usung Hi-Res dan Baterai Tahan Lama
-
6 Masalah Klasik Toyota Agya Bekas, Ketahui sebelum Membeli
-
Tampil dengan Perut Buncit, Bentuk Pinggul Amanda Manopo Jadi Gunjingan, Begini Respons Sang Artis
-
Ujung Jalan Sang Buronan: 6 Tahun Sembunyi, Jejak AYN Akhirnya Terhenti di Kampung Sendiri
-
Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus
-
7 Lipstik Transferproof untuk Kamu yang Aktif Seharian, Anti Ribet Touch Up
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
-
8 Gudang Penampungan Motor di Medan Digerebek, 136 Kendaraan Diamankan
-
Kamuflase di Balik Kemudi Mobil: Akhir Pelarian Geng Curanmor Spesialis Hotel di Bandar Lampung