Rencana kedatangan Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Memajukan Hak Asasi Manusia Orang LGBTQI+ Jessica Stern ke Indonesia mendapat tentangan dari sejumlah kalangan.
Salah satunya adalah Ketua MUI Pusat Cholil Nafis. Cholil meminta pemerintah Indonesia tidak menemui Jessica Stern saat berkunjung ke Indonesia.
"Saya meminta pejabat Indonesia tak meluangkan waktu untuk bertemu dengan utusan LGBT ini," tulis Cholil di akun Twitter @cholilnafis.
Menurut Rais Syuriyah PBNU ini, masih banyak persoalan bangsa yang harus diselesaikan daripada harus menerima kunjungan Jessica Stern.
Di mata Cholil Nafis, kedatangan Jessica Stern untuk membicarakan HAM LGBTQI+ bertentangan dengan Pancasila, agama dan nilai kemanusiaan.
Karena itu Cholil Nafis menyerukan untuk menolak kehadiran Jessica Stern di tanah air.
"Persoalan kita masih banyak yang perlu diselesaikan daripada menerima kunjungan orang yang sudah jelas bertentangan dengan Pancasila, agama dan nilai kemanusiaan. Tolaak," cuit Cholil Nafis.
Diberitakan, Utusan Khusus AS untuk Memajukan Hak Asasi Manusia Orang LGBTQI+ Jessica Stern akan melakukan perjalanan ke sejumlah negara Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Jessica Sterna ke Vietnam mulai 28 November-2 Desember; Filipina dari 3-6 Desember; dan Indonesia pada 7-9 Desember.
"Selama kunjungannya, Utusan Khusus Stern akan bertemu dengan pejabat pemerintah dan perwakilan dari masyarakat sipil untuk membahas hak asasi manusia, termasuk memajukan hak asasi manusia LGBTQI+," tulis pers rilis di website Pemerintah Amerika Serikat state.gov.
Jessica Stern ditunjuk Presiden AS Joe Biden sebagai Utusan Khusus AS untuk Memajukan Hak Asasi Manusia Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Queer, dan Interseks (LGBTQI+) pada Juni 2021 lalu.
Sebagai utusan khusus, Stern bertugas mengawasi implementasi Memorandum Presiden 4 Februari 2021 tentang Memajukan Hak Asasi Manusia LGBTQI+ di seluruh dunia.
Dikutip dari situs resmi Pemerintah AS, sebelum bergabung dengan Departemen Luar Negeri AS, Stern menjadi Direktur Eksekutif OutRight Action International, organisasi hak asasi manusia LGBTQI+ global terkemuka, selama sepuluh tahun.
Dia juga menjadi peneliti di Human Rights Watch, Ralph Bunche Fellow di Amnesty International, direktur program di Pusat Hak Konstitusional, Human Rights Watch, dan asisten profesor di School of International & Public Affairs Universitas Columbia.
Berita Terkait
-
Siapakah Jessica Stern? Utusan Khusus AS Bidang LGBTQI+ yang Ditolak Masuk Indonesia
-
Ngamuk Ganjar Pranowo Dituding Capres Pro LGBT, Eks Politikus Demokrat: Minta Maaf ke Suku Batak!
-
Fans Inggris Ditelanjangi Penjaga Stadion Piala Dunia 2022 saat Digeledah Mencari "Benda Pelangi"
-
Pakai Atribut Pelangi, Fan Timnas Inggris Ditelanjangi Petugas Piala Dunia 2022
-
Sosok Pengibar Bendera Pelangi di depan Ronaldo Teryata Eks Pesepak Bola Italia, Namanya Mario Ferri il Falco
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris
-
Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi
-
Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner
-
Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026
-
ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta
-
Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt
-
Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class
-
Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111
-
Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Putar Otak Matikan Pergerakan Mitchell Baker
-
Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan