/
Selasa, 06 Desember 2022 | 15:50 WIB
Pengacara Kamaruddin Simanjuntak (YouTube Podcast Uya Kuya)

Suara Sumatera - Kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dinilai memberikan efek pada kelakuan hidup mewah di instansi kepolisian. Hal ini diungkapkan oleh pengacara keluarga sekaligus brigadir J, Kamaruddin Simanjutak.

Hadir di Podcast Uya Kuya, ia menceritakan diajak makan seorang jenderal di sebuah rumah makan di Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Dalam pertemuan tersebut, Jenderal tersebut langsung mengungkapkan pujian pada Kamaruddin.

Dia menyebut, karena kasus Brigadir J yang kemudian menyeret isu judi Kaisar Sambo 303, mendadak polisi menjadi 'jatuh miskin'.

"Ada Jenderal belum lama ini mengajak saya makan sore di rumah makan kebon jeruk, Jakarta Barat. Awal ketemu langsung bicara, ah gara-gara abang sekarang polisi jatuh miskin," ujar Kamaruddin kepada Uya Kuya.

Jatuh miskin yang dimaksud ialah sudah tidak berani menampilkan gaya hidup mewah. Banyak polisi kemudian mengirimkan mobil-mobil ke rumah kerabat, mertua dan lainnya agar tidak menjadi bahan dan potensi penyidikan lanjutan.

"Itu Jenderal (yang cerita), seangkatan pak Andika, panglima. Gara-gara abang, kini polisi hanya punya satu mobil dinas. Biasanya pamer di depan rumah 3-5 rumah. Setelah isu 303, akhirnya hanya parkir di rumah, satu mobil dinas," ujar Kamaruddin menirukan obrolan dengan Jenderal tersebut.

Meski diaku Pengacara asal Sumatera Utara tersebut, ia menyebut nyebut praktek judi online sebagai salah satu metode pengungkapan kasus pembunuhan brigadir J yang didampinginya.

"Meski banyak orang ngomong, saya ini ngaur, melebar dan tidak fokus, akhirnya banyak juga yang kirim mobil (hasil judi onlie) ke rumah mertua, kerabat, sudah tidak dipamerkan," sambung ia.

Sejak diakui PPATK ada perputaran uang Rp150 triliun dalam bisnis gelap judi online tersebut, maka judi online pun menjadi perhatian.

Baca Juga: 3 Kalimat Apresiasi Menuju Akhir Tahun agar Kamu Lebih Lega dan Bahagia!

Malah, sambung Kamaruddin, ada istri jenderal yang sudah ganti gigi mahal di Singapura juga kebingungan. Khawatir uang miliaran untuk ganti gigi di Singapura tersebut juga diusut oleh instansi.

"Ada 1 istri jenderal ganti gigi di Singapura, miliaran lalu sekarang kebingungan, khawatir akan ada penyusutan asal uangnya," aku Komaruddin kepada Uya Kuya.

Karena itu, Kamaruddin pun mengajak agar instansi penegak hukum jangan munafik. Pemerintah hendaknya membangun sistem hukum bernegara dengan baik, memiliki mental baik, terkhusus memiliki gaji yang bagus.

"Marilah bangun negara ini lebih punya mental jujur, bukan manut pada mafia," pintanya.

Load More