/
Kamis, 08 Desember 2022 | 19:39 WIB
Anies Baswedan di Sumatera Barat. (Instagram @aniesbaswedan.)

Suara Sumatera - Keputusan Anies Baswedan untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang diusung partai NasDem, membuat Partai Gerindra kecewa.

Loyalis Partai Gerindra, Andre Rosiade mengungkapkan Anies Baswedan soal nasib dari Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024. Menteri pertahanan tersebut kerap menjadi sasaran ketika memilih bergabung dengan Joko Widodo alias Jokowi.

Hal ini merupakan bukti jika ketua umum dari partainya ini adalah seseorang yang terzalimi.

"Ini memang resiko Pak Prabowo sebagai seorang patriot. Beliau dicaci dan dimaki karena pilihan beliau bergabung dengan Pak Jokowi. Pak Prabowo sebagai seorang mantan prajurit saat itu melihat kondisi bangsa yang terancam terpecah belah karena berbeda pilihan politik," jelas Andre dalam acara Catatan Demokrasi dikutip dari kanal YouTube tvOne, Kamis (8/12/2022).

Berkat dari manuver Prabowo Subianto tersebut, akhirnya terjadi kondusifitas, stabilitas, terjadi persatuan antar anak bangsa.

Andre lantas menyinggung keputusan Anies Baswedan maju di Pilpres 2024 yang diusung Partai Nasdem. Prabowo memerintahkan kepada seluruh kader Gerindra untuk tidak mencaci dan memaki Anies.

Pemilu 2024 adalah pesta demokrasi yang riang gembira. Setiap kandidat didorong menyampaikan program, bukan dengan mencaci maki lawan.

"Pak Anies adalah calon gubernur kala itu yang didukung Pak Prabowo. Padahal kader Gerindra gregetan berjuang habis-habisan memodali Pak Anies karena melihat Pak Prabowo. Kader Gerindra juga patungan ramai-ramai," ungkap Andre.

"Tapi mbok ya etikanya ngomong ke Pak Prabowo. Tapi ya sudah lah, itulah kebesaran hati Pak Prabowo, tidak boleh kita mengungkit-ungkit hal itu. Ini yang dirasakan kader Gerindra. Yang berkeringat dan berdarah-darah membesarkan Anies. Ternyata Mas Anies menikung Ketum kami," ucap Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat itu.

Baca Juga: 3 Pelatih yang Cocok Jadi Nahkoda Baru Timnas Belgia, Ada Legenda Arsenal

Anies Baswedan. (sumber: ANTARA)

Melansir wartaekonomi-jaringan Suara.com, pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu, pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno diusung dua partai pemilik kursi di parlemen, yakni Partai Gerindra dan PKS.

Melewati pertarungan sengit tiga pasang calon, Pilgub DKI dimenangkan Anies-Sandi dengan dua putaran mengalahkan calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat.

Load More