Suara Sumatera - Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, menyebut Indonesia telah dikuasai mafia, cukong dan taipan grup. Dia mengaku prihatin dengan kondisi bangsa hari.
Pernyataan Amien Rais itu lahir setelah Partai Ummat tidak lolos Pemilu. Partai besutan Amien dan kawan-kawan itu satu-satunya partai yang tidak lolos melewati verifikasi faktual sehingga tak bisa berkontestasi di Pemilu 2024.
“Ini sesungguhnya prihatin saya itu bukan karena Partai Ummat saja, tapi masa depan bangsa ini menurut saya, kalau saya keliru mohon maaf, memang sudah meluncur pada sebuah negara yang dikuasi oleh mafia, cukong, taipan grup dan oligarki yang akan menenggelamkan bangsa sendiri dan menguntungkan bangsa lain,” jelas Amien Rais dikutip dari kanal Youtube Realita TV, Jumat (16/12/22).
Amien Rais menganggap apa yang terjadi pada partainya adalah gambaran bagaimana rezim saat ini menjalankan pemerintahan.
“Saya yakin memang ini adalah satu isu yang mencerminkan politik dari rezim yang ada saat ini. Jadi kalau tidak senang dengan sebuah kelompok kalau bisa ditenggelamkan, dibasmi, dan lain-lain,” jelasnya, dikutip dari Wartaekonomi.co.id.
Amien Rais menyoroti beberapa partai baru yang ikut verifikasi faktual dan berhasil lolos. Dia mengaku heran dengan lolosnya partai Garuda dan Partai PKN.
“Dua yang tadi itu seperti yang dikatakan banyak jurnalis. Tidak pernah nampak di permukaan, tidak pernah ada bukti tiba-tiba ada perintah dari atas yang meminta supaya KPU Pusat apapun diloloskan,” jelas Amien Rais.
Merasa janggal, Amien Rais dan Partai Ummat memutuskan untuk bersikap lebih awal sebelum pengumuman mengenai partai peserta pemilu yang akan lolos.
“Jadi inilah mengapa kita melakukan preventif strike sebelum tanggal 14 itu KPU mengumumkan, maka kita sudah tahu dan mengatakan di-single out-kan, satu-satunya yang tidak diloloskan Partai Ummat,” ungkapnya.
Partai Ummat diketahui telah melayangkan guguatan melawan KPU kepada Bawaslu RI.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Sassuolo Sambut Hangat John Herdman yang Pantau Jay Idzes
-
Analisis Film Lebaran 2026, Mampukah Na Willa Mengulang Kesuksesan Fenomenal Jumbo?
-
Titik Balik Diplomasi RI: Pengamat Desak Prabowo Buktikan Kedaulatan Lawan 'Gertakan' Donald Trump
-
MinimMenit Bermain di Eropa, Marselino Harus Berani Membuat Keputusan Besar Demi Kariernya!
-
6 Mobil Honda Bekas Keren untuk Eksekutif Muda hingga Bapak-bapak
-
IHSG Ambles dan Aksi Jual Marak Usai Kabar Misbakhun Jadi Bos OJK
-
KPK Bongkar Peran Tim 8, Timses Bupati Pati Sudewo dalam Dugaan Pemerasan Caperdes
-
Berdaya Sebagai Perempuan di Buku Girl Stop Apologizing
-
Real or AI: Krisis Nalar Kritis Kala Konten AI di Media Sosial Kian Nyata
-
Transisi Energi Diproyeksikan Tarik Investasi Rp1.682,4 Triliun