- Indeks parkir di level 8.079,32 pada akhir Sesi I setelah sempat menguat pagi tadi.
- Pasar merespons kabar Misbakhun memimpin OJK dengan aksi jual dan sikap waspada.
- Indeks bergerak lebar dari posisi tertinggi 8.194 hingga terendah di 8.050 hari ini.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan momentum penguatannya pada perdagangan sesi I, Rabu (4/2/2026).
Setelah sempat menunjukkan tanda-tanda rebound di awal pembukaan, indeks justru terjun bebas ke zona merah menyusul sentimen pasar terkait kabar Mukhamad Misbakhun yang diproyeksikan mengisi posisi strategis di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Berdasarkan data perdagangan bursa hingga pukul 12.00 WIB, IHSG ditutup melemah signifikan 0,53% atau turun 43,28 poin ke level 8.079,32. Padahal, pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.194,68 sebelum akhirnya terus tertekan hingga menyentuh level terendah di 8.050,40.
Pelemahan ini terjadi di tengah kabar perombakan pimpinan di Otoritas Jasa Keuangan. Meskipun Misbakhun sebelumnya menyatakan bahwa transisi kepemimpinan di OJK berlangsung konstitusional dan tidak akan mengganggu stabilitas, pelaku pasar tampaknya merespons dengan sikap wait and see.
Ketidakpastian mengenai arah kebijakan pengawasan pasar modal di bawah nakhoda baru memicu aksi jual teknis, terutama setelah IHSG mengalami tekanan hebat dalam beberapa hari terakhir akibat isu kebijakan MSCI dan kondisi makroekonomi global.
Disisi lain, Misbakhun yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi XI DPR RI tak mau berandai-andai atas isu tersebut.
Ia mengaku belum mendapatkan informasi apapun terkait hal ini. "Saya belum tahu, saya belum tahu. Sampai saat ini tugas partai saya, saya adalah Ketua Komisi XI," kata Misbakhun di Kompleks DPR RI, Rabu (4/2/2026).
Saat ditanya apakah dirinya akan menerima posisi sebagai bos baru OJK jika memang ditunjuk, Misbakhun hanya mengatakan bahwa dirinya tak ingin berandai-andai dan enggan berbicara lebih jauh terkait hal ini.
"Saya tidak berandai-andai," tegas Misbakhun.
Baca Juga: Kronologi PT Narada Aset Manajemen Manipulasi Saham IHSG, Ini Sosok Pemiliknya
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global
-
Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak
-
IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000
-
OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta
-
BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah
-
BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital
-
Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram
-
IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak
-
Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa