/
Jum'at, 23 Desember 2022 | 09:28 WIB
Ilustrasi kelamin bocah terpotong saat sunatan massal. [Pixabay]

Suara Sumatera - Peristiwa kelamin bocah terpotong saat mengikuti sunatan massal di Cerenti Kuansing berakhir damai usai menjadi bahan perbincangan.

Antara orangtua bocah dan klinik Harapan Bunda Berlian sebagai penyelenggara khitan massal sepakat berdamai usai insiden tersebut.

Klinik mengaku bertanggung jawab dengan membiayai semua biaya pengobatan bocah 10 tahun tersebut yang saat ini ada di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto membenarkan kejadian bocah kelamin terpotong saat ikut sunat massal di Kuansing.

"Saat dicek dan dimintai keterangan beberapa saksi di sana, menyatakan memang benar kejadian tersebut," ujar Sunarto dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Kamis (22/12/2022).

Dari pengecekan itu diketahui bahwa kejadian naas yang dialami bocah berusia 10 tahun itu terjadi pada Minggu (18/12/2022).

"Korban mengikuti sunat massal (gratis) yang diselenggarakan oleh pihak Klinik Harapan Bunda Berlian dalam rangka peresmian dan ulang tahun anak pemilik klinik tersebut,” terang dia.

Kejadian kepala penis terpotong membuat sang bocah mengalami pendarahan dan dilarikan ke RSUD Taluk Kuantan.

Namun, kemudian dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan pengobatan yang lebih optimal.

Baca Juga: Ngeri, Celotehan Luhut Soal OTT Bisa Mengarah ke Obstruction of Justice

“Untuk kejadian ini orangtua kandung korban menyatakan tidak akan mempermasalahkan atas insiden tersebut, dan sudah sepakat berdamai karena pihak korban dan pemilik klinik masih ada hubungan keluarga, sementara pihak klinik menyatakan menyatakan kesediaannya membiayai pengobatan hingga sembuh,” jelas Sunarto.

Insiden kelamin bocah terpotong lantaran petugas tidak sengaja memotong melebihi ukurannya.

Berdasarkan data yang diterimanya ada sebanyak 84 anak yang mengikuti sunat massal gratis di klinik tersebut. 

Load More