Suara.com - "OTT KPK enggak bagus untuk negeri" yang meluncur dari mulut Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), terus menuai kritikan. Terbaru sorotan datang dari Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M Massardi yang ikut menyesalkan celotehan itu.
Tak cuma Luhut, Adhie juga turut menyesalkan sikap Menter Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD yang seolah "mengamini" kata-kata dari rekannya di Kabinet Indonesia Maju tersebut.
Adhie menegaskan bahwa pernyataan Luhut yang meminta KPK tak sering-sering melakukan OTT karena merugikan bangsa tidak bisa dibenarkan. Bahkan, ucapan Luhut itu justru bisa mengarah ke obstruction of justice -- suatu upaya menghalangi atau merintangi proses penyidikan -- setelah KPK baru saja menangkap tersangka korupsi melalui OTT.
“Apapun konteksnya, kritik vulgar LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) terhadap OTT Komisi Pemberantasan Korupsi tidak dibenarkan," tegas Adhie Massardi seperti dikutip dari Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Jumat (23/12/2022).
"Bahkan lebih dari itu, bisa mengarah ke obstruction of justice terhadap proses hukum tersangka yang baru saja kena OTT KPK,” sambungnya.
Apalagi, Luhut melontarkan pernyataannya itu selang berapa hari setelah KPK berhasil meringkus Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak melalui OTT. Terlebih tersangka KPK tersebut merupakan salah satu petinggi Partai Golkar, di mana ia bernaung di partai yang sama oleh Luhut.
“Kita tahu ST Simanjuntak petinggi Partai Golkar Jatim, sedangkan LBP orang paling dipercaya Presiden Widodo, di DPP Partai Golkar duduk sebagai Ketua Dewan Penasihat," ucap Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini.
"Padahal kita tahu menurut undang-undang baru (UU No 19/2019 Pasal 3) KPK itu ditempatkan di bawah eksekutif (presiden) dan para pegawainya masuk dalam rumpun ASN,” lanjutnya.
Karena itu, Adhie pun mengungkapkan kekhawatirannya mengenai masa depan KPK, apalagi setelah adanya pernyataan sekelas Mahfud MD yang seolah mendukung pernyataan Luhut.
Baca Juga: CEK FAKTA: KPK Resmi Miskinkan Menkeu Sri Mulyani Karena Korupsi BLBI, Benarkah?
“Maka ditambah dengan pernyataan Mahfud MD, petinggi Istana setingkat Menko (Polhukam) yang viral di medsos dan dianggap publik mengamini pernyataan LBP, membuat masyakat kian cemas terhadap masa depan KPK,” tambah Adhie.
Kendati demikian, Adhie tetap percaya pada kinerja KPK melalui OTT akan tetap dilakukan. Ia juga yakin Ketua KPK Firli Bahuri selalu tegar dalam menghadapi tekanan-tekanan atas kinerja lembaga antirasuah yang dipimpinnya.
“Saya percaya Pak Firli, Ketua KPK bisa tegar menghadapi tekanan ini. Tapi sejauh mana beliau sanggup meyakinkan armadanya untuk terus berlayar menerjang badai korupsi di negeri ini, kita lihat saja nanti,” tandas Adhie.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: KPK Resmi Miskinkan Menkeu Sri Mulyani Karena Korupsi BLBI, Benarkah?
-
Blak-blakan! Rizal Ramli Sebut Muhaimin Iskandar dan Airlangga Hartarto Pasien Rawat Luar KPK
-
Tanpa Didampingi Selvi Ananda, Ekspresi Gibran Dukung Jan Ethes Main Basket Dapat Sorotan Warganet
-
Ferdy Sambo: Kapolri Sempat Percaya Skenario Kasus Brigadir Yosua
-
Benarkah Rumah Gibran Digeledah KPK dan Ditemukan Uang Ratusan Triliun?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?
-
Geger Siswa SD Akhiri Hidup Gegara Tak Mampu Beli Buku, Legislator NTT Minta Polisi Selidiki