Suara Sumatera - Politikus Fahri Hamzah belum lama ini hadir dalam Bedah Buku The Idea of Indonesia. Di momen itu ia memberikan saran kepada Anies Baswedan yang didukung Partai NasDem sebagai bakal calon Presiden pada tahun 2024 nanti agar bersabar.
Sabar yang dimaksud ialah menarik diri dahulu dari upaya mengumpulkan massa di sejumlah kota. Hal ini harusnya menjadi pembelajaran Anies Baswedan agar lebih menahan diri dari politik hanya mengumpulkan massa namun jauh dari gagasan politik.
Menurut Fahri, pemilihan presiden (Pilpres) pada tahun 2024 merupakan cerita yang masih panjang. Karena itu, Pemerintah dan KPU yang menganggungkan suara rakyat sebagai suara Tuhan, juga harus bisa memberikan pendidikan politik yang mencerdaskan.
"Bagaimana menciptakan iklim agar masyarakat berfikir," ujar Fahri Hamzah di kanal YouTube Total Politik.
"Ini kebetulan ada yang kritik Anies, saya mau sampaikan saran pada Anies. Saya beri saran pada Anies Baswedan, bisa gak dia menarik diri sedikit lah. Jangan sok merasa menjadi Capres," sambung Fahri.
Ditegaskan Fahri masa pencalonan Presiden masih cerita yang lama, yakni sampai September 2024 nanti. Karena itu, Fahri menyarankan agar Anies tak perlu mengumpulkan massa terlebih dahulu.
"Coba tarik diri ke belakang, tarik rem dikit lah. Ini kan hanya mendulang massa," ujarnya.
Fahri menyarankan Anies Baswedan agar lebih mengembangkan diskusi sebagai intelektual. Sebagai intelektual, Anies hendaknya menyarankan agar politik yang dikembangkan merupakan politik gagasan bukan terfokus dari politik mendulang massa.
"Harusnya Anies berani bilang, enough of enough (cukup). Saya ingin mengajarkan politik gagasan kepada masyarakat, agar politik menjadi lebih rasional," sambung Fahri.
Baca Juga: Jamarr Johnson Tak Lagi Berseragam Dewa United di IBL 2023
Ketua Umum Partai Gelora ini mengulas sistem perpolitikan Indonesia yang cenderung pada sosok atau tokoh bukan pada pemikiran yang disampaikan yang bersangkutan.
"Politik itu, harusnya tangga terakhir orang, tangga awal visi misi, ada permasalahaan, gagasan solusi masalah. Baru siapa yang dipilih menyelesaikan masalah tersebut," terang ia.
Sayangnya politik Indonesia masih terjebak pada sosok, misalnya Soekarno selama 20 tahun menjabat, lalu Soeharto selama 32 tahun menjabat.
"Hal demikian menjebak masyarakat like and dislike. Masyarakat terpaksa memilih orang namun belum diskusi gagasan. Ini masalahnya," tegas Fahri.
Kekinian, Anies Baswedan pun memang telah menggelar sejumlah safari di beberapa daerah setelah menjadi bakal calon presiden (capres) 2024 yang diusung Partai NasDem.
Anies selama dua pekan lalu, telah mengunjungi Aceh, Sumatera Barat, Riau, Papua dan Sulawesi Selatan.
Berita Terkait
-
NasDem Koar-Koar Anies Dizalimi, Demokrat Lagi Kena Sentil: Sejak Bergaul sama SBY Jadi Suka Play Victim
-
CEK FAKTA: Benarkah Andika Perkasa Nyatakan Siap Jadi Cawapres Anies?
-
Bacapresnya Dapat Nama Baptis Yohanes, NasDem DKI: Bukti Anies Tak Pernah Politisasi Agama
-
Siswono Yudo Husodo Mengundurkan Diri dari NasDem, Johnny G Plate: Tak Terkait Pencapresan Anies
-
Beredar Video Anies Baswedan Dicuekin Saat Blusukan di Solo, Ramai 'Digoreng': Gak Ada Doorprize Ya?
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Sumsel Terjadi Agustus-September
-
Serdadu dari Neraka: Warga Sipil di Tengah Konflik Pemerintah dan GAM
-
Buruan Antre, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2,65 Juta/Gram
-
Tanggapi Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ganjar Pranowo Desak DPR Segera Bentuk Pansus Pemilu
-
Energi Mikrohidro Bisa Bikin Biaya Pertanian Lebih Efisien, Begini Caranya
-
Jateng Kejar Tuntas Sensus Ekonomi 2026, Wagub Minta Pendataan Dipercepat dalam Tiga Pekan
-
Telkom Akses Percepat Pemerataan Konektivitas Lewat Transformasi Operasional
-
Bos Konter HP Diduga Dirampok di Ambarawa, Jenazah Ditemukan di Grobogan
-
Pemanasan Menuju Jakarta International 10K, Ribuan Pelari Tutup Tur 4 Kota di Surabaya
-
Cadangan Devisa Dirilis Hari Ini, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.934