Suara Sumatera - China mendesak Amerika Serikat (AS) menghentikan politisasi pandemi Covid-19 yang terjadi di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu dalam beberapa waktu terakhir.
"Akhir-akhir ini kami mengamati beberapa orang di AS berkomentar tentang penyesuaian kebijakan anti pandemi di China," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning di Beijing, dikutip dari Antara, Kamis (5/1/2023).
Pernyataan diplomat China itu disampaikan untuk menanggapi juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price yang menyatakan bahwa China tidak transparan dalam memberikan data perkembangan terbaru Covid-19.
Jelang akhir Desember 2022, otoritas China memang memutuskan untuk tidak mengumumkan data perkembangan kasus Covid-19 seiring dengan dicabutnya aturan-aturan pembatasan anti pandemi.
"Kami juga memperhatikan banyak orang mengatakan jika AS tidak mempolitisasi pandemi dan memperlakukannya secara bertanggung jawab serta mengutamakan keselamatan masyarakat seperti yang dilakukan pemerintah China, mungkin situasi Covid di AS dan seluruh dunia tidak akan menjadi seperti sekarang ini," ucap Mao yang balik menuduh.
Mao menegaskan bahwa pemerintah China telah mengambil kebijakan dan melakukan tindakan yang bertanggung jawab dengan memprioritaskan keselamatan nyawa warganya dan mendukung solidaritas global melawan pandemi guna memulihkan perekonomian dunia.
"Kami sangat berharap fokus terhadap penanggulangan virus daripada mempolitisasi masalah COVID dan berharap negara-negara lain dapat meningkatkan solidaritas dan melakukan upaya bersama memerangi pandemi sejak dini," katanya.
Menurut dia, Pemerintah China juga telah melakukan lebih dari 60 kali pertemuan teknis dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahkan dua di antaranya dilakukan setelah China melonggarkan kebijakan anti pandemi pada 7 Desember lalu.
Pihaknya juga terus menginformasikan data genom virus pada Global Initiative on Sharing Avian Influenza Data (GISAID) secara berkala.
Baca Juga: Banyak Dapat Penolakan, Utusan Khusus AS untuk LGBTQI+ Jessica Stern Akhirnya Batal ke Indonesia
Beberapa negara, seperti AS, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia mewajibkan para pelaku perjalanan dari China untuk menunjukkan hasil tes negatif PCR.
"Pakar kesehatan dari berbagai negara justru mengatakan bahwa membatasi orang yang masuk suatu negara dengan menargetkan warga China seharusnya tidak perlu dilakukan," kata Mao menanggapi kebijakan berbagai negara tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Bisnis Indra Bekti Banyak yang Bangkrut, Alami Kesulitan Keuangan Sejak Pandemi
-
Raffi Ahmad Sampaikan Kabar Duka, Sang Nenek Mami Popon Meninggal Dunia, Akan Dimakamkan di Bandung Hari Ini
-
Meninggal Dunia, Berikut Fakta-fakta Pele yang Jarang Diketahui
-
Pandemi Belum Berakhir, Lorong-lorong RS di China Dipenuhi Pasien Covid-19 hingga Mayat-mayat Bergelimpangan
-
Fakta-fakta Flu Unta yang Diduga Serang Pemain Timnas Prancis, Lebih Mematikan dari Covid-19 hingga Obatnya Belum Ditemukan!
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Kios Puncak Cianjur Digusur, Dedi Mulyadi Guyur Modal Usaha Rp10 Juta per Pedagang
-
Review Cerita Lila: Horor Psikologis yang Lebih Menakutkan dari Sekadar Penampakan
-
Erick Thohir Respons Vietnam Tambah Naturalisasi Jelang Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Meski Pasar Saham RI Tak turun Kelas, Investor Asing Tetap Bawa Kabur Rp1,39 T
-
SIG dan Semen Gresik Giatkan Penanaman Pohon di Kawasan Joglo Tani Pabrik Rembang
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Jumat 19 Juni 2026 di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi
-
Perampok Emas 500 Gram di Menteng Ditangkap usai Tikam Korban 7 Kali
-
Kunjungan Gibran ke NTT, Ingin Pesantren dan Gereja Dilibatkan Dalam MBG
-
Warga Rusia Dibatasi Beli Bensin Usai Serangan Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow
-
Misteri 1 Hektare Tanah Fadia Arafiq, KPK Telusuri Aset Tersembunyi di Berbagai Titik