Suara Sumatera - Emak-emak pendukung saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mengaku sangat kecewa Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Mereka mengingat peristiwa demonstrasi di depan Bawaslu pada Mei 2019 yang sampai memakan korban.
Ketiga ema-emak yang datang ke Refly Harun Chanel, sharing bagaimana kecewanya mereka pada pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat ini.
"Kebetulan saat demo itu, saya di ambulans, ada korban. Saya melihatnya miris, kami hantar ke rumah sakit. Mereka kena peluru tajam dan gas air mata," kata perwakilan emak-emak.
Korban itu pun dicoba diberi pertolongan oleh emak-emak. "Saat buka bajunya saja, nafasnya panas. Ini kena gas apa, gas air mata," sambung ia.
Emak-emak pun mengingat pidato yang disampaikan Prabowo Subianto di Hotel Said Jakarta, ia menyebut petikan semangat kepedulian buat emak-emak.
Pada pidato itu, Prabowo Subianto berjanji akan timbul dan tenggelam bersaama rakyat dan emak-emak.
"Pengalaman itu mengingatkan saya, pada Mei 2019, saat demonstrasi kami mati-matian membela Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno," sambung emak-emak ini.
Sampai saat ini, ia mengingat bagaimana kekecewaan bermula saat ada 'diplomasi' damai Prabowo Subianto, 'Nasi Goreng' dan sampai dengan di 'Kereta Api', yang membuat emak-emak makin kecewa.
"Akhirnya ia (Prabowo) tenggelam bersama kekuasaan sekarang, apa inget dengan para korban yang membela dia (Prabowo)," kata emak-emak.
Bahkan kata mereka, banyak emak-emak yang berjuang turun ke jalan, sampai menyisihkan uang untuk berjuang bersama Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Mei 2019 lalu.
"Emak-emak menyisihkan uang untuk berjuang bersama Prabowo Subianto. Itu 21-22 Mei di Bawaslu, karena terjun ke jalanan. Emak-emak menunggu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, keduanya tidak datang," sambung ia.
Para emak-emak ini hanya berusaha untuk mengingat sejarah bagaimana mereka berjuang namun kekinian dikecewakan.
"Saya di sini (datang ke YouTube Refly Harun) mengingat sejarah, Setelah kejadian nasi goreng, di kereta, kami sangat kecewa," pungkas emak-emak.
Berita Terkait
-
Fahri Hamzah Terus Menjegal Anies Baswedan, Ingin Dukung Sosok Ini Jadi Presiden 2024
-
Masuk Bursa Capres, Sandiaga Uno Ajukan Nama ke PPP?
-
Setelah Masukan Dua Menteri di Daftar Capres, PPP Bawa Nama Sandiaga dan Erick Thohir ke KIB
-
Keras! Sandiaga Uno Diskakmat: Si Ular Keket Pengkhianat, Gerogoti Pohon sampai Habis Terus Pindah
-
Anies Makin 'Terjun Bebas', Ganjar dan Prabowo Kini Kecipratan Wangi Kepuasan Publik ke Jokowi Naik
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Trauma Masa Kecil dan Topeng Sosial dalam Novel Andreas Kurniawan
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Tidak Cepat Busuk dan Bebas Bau Tak Sedap
-
5 Sepatu Puma Lifestyle Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik di GBK Untuk Dongkrak Ranking FIFA Juni 2026
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Seraut Kenangan dalam Secangkir Kopi di Kedai Tempo Doeloe Kalisat Jember
-
Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng
-
Lebih Ganas dari PMK! Ancaman Penyakit BEF Hantui Sapi Kurban di Bekasi: Telat Sehari Bisa Mati