/
Jum'at, 06 Januari 2023 | 09:16 WIB
Ilustrasi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Antara)

Suara Sumatera - Emak-emak pendukung saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mengaku sangat kecewa Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Mereka mengingat peristiwa demonstrasi di depan Bawaslu pada Mei 2019 yang sampai memakan korban.

Ketiga ema-emak yang datang ke Refly Harun Chanel, sharing bagaimana kecewanya mereka pada pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat ini.

"Kebetulan saat demo itu, saya di ambulans, ada korban. Saya melihatnya miris, kami hantar ke rumah sakit. Mereka kena peluru tajam dan gas air mata," kata perwakilan emak-emak.

Korban itu pun dicoba diberi pertolongan oleh emak-emak. "Saat buka bajunya saja, nafasnya panas. Ini kena gas apa, gas air mata," sambung ia.

Emak-emak pun mengingat pidato yang disampaikan Prabowo Subianto di Hotel Said Jakarta, ia menyebut petikan semangat kepedulian buat emak-emak.

Pada pidato itu, Prabowo Subianto berjanji akan timbul dan tenggelam bersaama rakyat dan emak-emak.

"Pengalaman itu mengingatkan saya, pada Mei 2019, saat demonstrasi kami mati-matian membela Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno," sambung emak-emak ini.

Sampai saat ini, ia mengingat bagaimana kekecewaan bermula saat ada 'diplomasi' damai Prabowo Subianto, 'Nasi Goreng' dan sampai dengan di 'Kereta Api', yang membuat emak-emak makin kecewa.

"Akhirnya ia (Prabowo) tenggelam bersama kekuasaan sekarang, apa inget dengan para korban yang membela dia (Prabowo)," kata emak-emak.

Baca Juga: Bonek Tolak Kasus Tragedi Kanjuruhan Disidang di PN Surabaya: Kami Tak Ikut Tanggung Jawab Kalau Rusuh

Bahkan kata mereka, banyak emak-emak yang berjuang turun ke jalan, sampai menyisihkan uang untuk berjuang bersama Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Mei 2019 lalu.

"Emak-emak menyisihkan uang untuk berjuang bersama Prabowo Subianto. Itu 21-22 Mei di Bawaslu, karena terjun ke jalanan. Emak-emak menunggu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, keduanya tidak datang," sambung ia.

Para emak-emak ini hanya berusaha untuk mengingat sejarah bagaimana mereka berjuang namun kekinian dikecewakan.

"Saya di sini (datang ke YouTube Refly Harun) mengingat sejarah, Setelah kejadian nasi goreng, di kereta, kami sangat kecewa," pungkas emak-emak.

Load More