Suara Sumatera - Aktivis Faizal Assegaf menyorot tajam penolakan wacana sistem pemilihan umum proporsional tertutup di tahun Pemilu 2024.
Sebanyak delapan partai politik (Parpol) yang menyuarakan hal tersebut. Hal ini pula memperlihatkan keberanian dalam melawan Joko Widodo (Jokow) dan Megawati Soekarnoputri.
Hal tersebut karena PKS, Demokrat, NasDem, PPP, Golkar, PAN, PKB dan Gerindra menentang wacana yang disetujui oleh PDI Perjuangan tersebut.
“Untuk pertama kali, parpol oposisi dan parpol pro pemerintah secara terbuka bersatu melawan Megawati sekaligus Jokowi sebagai kader PDIP,” ujarnya.
Kisruh sistem proporional tertutup ini terbilang menarik, pasalnya penolakan bukan hanya dari oposisi namun juga dari partai koalisi Pemerintah yang kompak menghianati PDIP.
“Kalau PKS & Demokrat berkoalisi menyerang PDIP, wajar saja. Tapi kali ini parpol pro pemerintah (PPP, Nasdem, Gerindra, PKB, Golkar & PAN) justru kompak khianati PDIP. Bila MK manut pd tekanan PDIP meloloskan Pemilu Proporsional Tertutup, bakal memicu eskalasi politik,” terang dia.
Faizal mengungkapkan dengan kompaknya delapa parpol ini bisa jadi ancaman serius.
Apabila Mahkamah Konstitusi meloloskan gugatan PDIP soal sistem proporsional tertutup, maka bisa saja berbuntut pada sidang istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat.
“Situasi ke arah itu tergantung pada sikap konfrontasi Megawati & PDIP dengan menekan MK,” pungkasnya.
Baca Juga: Teror Diduga Geng Motor Muncul Lagi di Pekanbaru, Lakukan Perusakan dan Pemalakan
Sebanyak 8 Parpol tersebut melakukan pertemuan, di Hotel Darmawang, Jakarta, Minggu (8/1/2023), mereka kompak tidak setuju atas usul PDIP menggunakan sistem Pemilu proporsional tertutup.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Kader PDIP Siap Isi Kekosongan Kursi Menteri, Jika Jokowi Lakukan Reshuffle
-
Meski Ada Negatifnya, Jusuf Kalla Lebih Memilih Sistem Pemilu Proporsional Terbuka
-
Ganjar Menanti Kejutan di HUT PDIP: Itu Urusannya Bu Mega dan Pak Sekjen
-
Elektabilitas Partai Selalu Moncer, Puan Maharani Sesumbar PDIP Tak Perlu Gimmick Politik
-
Ada di Kantong Megawati, Nama Capres PDIP Sudah Dibicarakan dengan Jokowi
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun
-
Bawa Mobil Pakai Infus, Kepala DPMPTSP Pandeglang Tabrak Kerumunan Siswa SD: 1 Meninggal, 1 Kritis
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Tok! Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Berlaku 1 Mei31 Desember 2026
-
Kerasnya Evaluasi Bojan Hodak Usai Persib Kembali ke Puncak
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Isu Penutupan Jalan Diponegoro Beredar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar
-
Bukan Orang Sembarangan! Tambang Emas Ilegal di Bogor Raup Omzet Rp9 Miliar per Bulan
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal