Suara Sumatera - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pernah punya pengalaman hampir ditilang polisi lalu lintas (polantas).
Kisah ini disampaikan Megawati saat memberikan pidato di acara Kickoff Meeting Pancasila dalam Tindakan: “Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting, Kekerasan Seksual Pada Anak Dan Perempuan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Serta Mengantisipasi Bencana”.
Megawati menyatakan dirinya suka nyetir mobil sendiri. Kebiasaan ini ia lakukan selama 17 tahun. Sampai pada suatu saat, dia sedang mengendarai mobil melewati suatu jalan diberhentikan polisi.
"Suatu saat, tandanya (rambu) itu diumpetin. Lho bener lho hayo pak Sigit. Karena tahunya saya sudah terbiasa jadi lurus saja. Priit," ujar Megawati.
Mendengar suara peluit polisi, Megawati berhenti meminggirkan mobil ke tepi jalan. Polisi itu lalu menyapa Megawati dan meminta memperlihatkan STNK dan SIM.
Megawati lalu mengeluarkan STNK dan SIM dan memberikannya ke polantas yang menyetopnya. Begitu melihat identitas yang ada di SIM, polisi itu bingung.
Polisi itu coba mencocokkan nama yang ada di SIM dengan wajah Megawati yang ada di dalam mobil.
"Aku meneng wae. Pak maaf saya ditilang atau ga? Maaf banget saya kebetulan ada janji," kata Megawati kepada polisi tersebut.
Polisi itu lalu permisi sebentar pergi menemui komandannya yang ada di pepohonan. Megawati memperhatikan polisi itu seperti rundingan dengan komandannya.
Baca Juga: Cok Ace Sesalkan Kasus Korupsi di Universitas Udayana
Sementara Megawati hanya diam saja karena sadar dirinya salah melanggar rambu lalu lintas yang tidak terlihat mata.
"Tahu-tahu gini. Ibu? kenapa pak? Kenapa ibu tidak bilang dari tadi ibu siapa? Lho bapak ga nanya. Jadi gimana sini pak kalau memang mau ditilang. Ya ga lah bu. Silakan bu ini dua-duanya (polisi memberikan lagi SIM dan STNK ke Megawati)," cerita Megawati.
Berita Terkait
-
Megawati Tak Mau Cucunya Punya Pacar Pendek dan Jelek, Kenapa Fisik Sering Jadi Kriteria Pasangan Idaman?
-
Megawati ke Cucu: Jangan Cari Pasangan Pendek, Kalau Ada yang Naksir Enggak Usah Klenger, Dijejer-jejer Dulu
-
Nyaringnya Megawati Soal Tinggi Badan: Omeli Jokowi, Jenderal Andika dan Cucu Sendiri
-
Ragam Curhatan Megawati: Sebut Dirinya Manusia Unik hingga Sering Dianggap Tak Islami
-
Pesan Megawati ke Cucunya: Cari Pacar yang Keren, Ganteng dan Tidak Pendek
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci