Suara Sumatera - Persahabatan Syahrini dan Luna Maya pernah menjadi sahabat. Saat itu Luna Maya masih menjadi hubungan asmara dengan Reino Barack. Lambat laun persahabatan tersebut pupus karena Syahrini mendekati Reino Barack lalu menikah.
Setelah menikah keduanya banyak menghabiskan waktu di luar negari, salah satunya Jepang. Meski demikian, banyak juga yang kerap menyalahkan Syahrini sebagai sosok sahabat yang suka dzalim.
Bahkan saat Luna Maya kembali menorehkan prestasi sebagai BA alias Brand Ambassador perusahaan asal Jepang. Syahrini kembali diingatkan mengenai persahabatan yang suka dzalim.
Luna Maya sebagai brand ambassador sudah dikonfirmasi oleh perusahaan kartu kredit itu melalui akun Instagram resminya. Luna Maya tampil cantik mengenakan kimono dalam iklan terbarunya tersebut.
Akun Instagram @conglie_willneverdie, juga turut mengunggah video ketika Luna Maya melakukan sesi pemotretan dengan kartu kredit yang dipromosikan olehnya.
Warganet dilansir dari Instagram @conglie_willneverdie, lantas memuji Luna Maya sebagai BA produk asal Jepang dan membandingkannya dengan Syahrini.
Syahrini yang kini kerap berada di Jepang untuk menemani sang suami, Reino Barack disinggung netizen.
"Eh kok BAnya bukan mantu restu yang konon katanya suami samurai jejepangan itu, udah dibela-belain ke Jepang foto-foto di jalan, bangga banget punya laki campuran jepun, eh nggak dilirik jadi BA apa gitu yang dari jepun," kata netizen.
"Lah sampai ke Jepang aja, Luna tetap berkibar. Lah istri restu hari hari udah ngukur jalan di Jepang apa kabar," komentar yang lain.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Website Lelang Rumah Online Resmi, Aman dan Terpercaya
Bahkan ada pula yang mengungkit soal persahabatan Syahrini dan Luna Maya.
"Syahrini dan Aisyahrani (adik Syahrini) apa kabar? Tuh orang yang kalian zalimi semakin meroket karier dan bisnisnya, makanya jadi orang jangan jahat apa lagi terhadap orang yang pernah jadi teman kalian," tulis netizen lainnya.
Berita Terkait
-
Luna Maya Jadi BA Produk Perbankan Asal Jepang, Warganet Sindir Syahrini: Yang sampai ke Jepang Apa Kabar?
-
Syahrini Pakai Outer Rp100 Jutaan saat Jalan-Jalan Syantik, Harganya Bikin Melongo: Itu Angkanya Bener?
-
Gegara Lukisan Meliuk-liuk, Syahrini Dituding Ngebet Pengen Badan Langsing sampai Edit Foto
-
Cium Mesra Reino Barack di Pinggir Jalan, Syahrini Pakai Cardigan Rp35 Juta: Semoga Nggak Ada yang Panas
-
Pamer Cicipi Masakan Chef yang Jamu Soekarno, Syahrini Dicibir Gegara Salah Hitung Tahun
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?