Suara Sumatera - Viral video yang memperlihatkan seorang siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di Samarinda, Kalimantan Timur, membawa senjata tajam berupa parang.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @fakta.indo, tampak siswa itu menggunakan seragam olahraga berwarna ungu berada di tengah lapangan. Siswa itu terlihat menggenggam senjata tajam di tangan kanannya sambil berteriak-teriak.
Aksi siswa itu menjadi perhatian. Petugas keamanan yang berada di lokasi kemudian mengamankan dan mengambil senjata tajam yang dipegang siswa itu.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Rismiyono mengatakan peristiwa terjadi saat jam pelajaran berlangsung pada Kamis 23 Februari 2023. Hal itu dipicu karena siswa tidak terima ditegur guru.
Kejadian bermula pada saat jam pelajaran olahraga. Saat itu guru olahraga mengajarkan cara menangkap bola. Jika bola terlepas, maka siswa akan diberikan sanksi push-up.
Saat giliran siswa berinisial IS gagal menangkap bola, pihak guru mengingatkan terkait sanksi yang harus dikerjakan.
"Siswa itu menjawab dengan nada ngolok 'saya tahu pak, tidurkan sanksinya'," katanya melansir klikkaltim.com, Kamis (2/3/2023).
Jawaban itu membuat sang guru marah lalu menegur siswa itu. Tidak terima ditegur, siswa itu pulang ke rumahnya yang berjarak tak jauh dari lokasi sekolah. Dia mengambil sebilah pedang dari rumahnya lalu kembali ke sekolah.
"Sambil berteriak-teriak, siswa bersangkutan memanggil guru olahraganya dengan memegang senjata tajam dan berkeliling sekolah," jelasnya.
Baca Juga: Buntut Kasus Eko Darmanto, Kantor Bea Cukai Yogyakarta Siap Kooperatif Jika Periksa KPK
Petugas kebersihan di sekolah yang berusaha merebut parang dari tangan siswa, sempat mengalami luka gores di tangan. Petugas keamanan kemudian turun dan mengamankan siswa itu.
Akibat perbuatannya, siswa tersebut disanksi skorsing untuk selanjutnya tidak masuk sekolah. Rupanya bukan sekali itu berulah.
Pihak sekolah sudah pernah menegur siswa yang membawa parang itu, karena dikenal sering berkelahi agar tidak mengulangi perbuatannya. Jika terulang perbuatannya, maka akan dikeluarkan dari sekolah.
"Karena kemarin berbuat lagi, dengan terpaksa pihak sekolah mengeluarkan siswa itu pada Senin 27 Februari 2023," tegasnya.
Meski telah mengeluarkan siswa itu, pihak sekolah tetap bersedia memberikan fasilitas jika siswa itu hendak pindah ke sekolah lain ataupun mengikuti paket C.
Berita Terkait
-
Heboh Kepala Bocah Sleman Nyangkut di Loyang Kue, Damkar Turun Tangan
-
Warga Tangkap Maling di Atap Rumah: Hati-hati yang Nangkep Takut Jadi Tersangka
-
Kapolres di Sumsel Ini Viral Karena Tetapkan Tiga Korban Curanmor Jadi Tersangka
-
Bikin Kesal, Pria Ini Nekat dan Sengaja Terobos Jalan yang Sedang Dicor
-
Viral! Surat Aduan Pegawai Pajak yang Indikasikan Kerugian Negara Diacuhkan Sri Mulyani
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
DKZ Akhiri Aktivitas Grup, Member Lanjutkan Karir secara Individu
-
Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China
-
Misteri Sayatan di Gedangsewu: Nenek S Tewas Bersimbah Darah Usai Sembuh dari Tipes
-
5 Fakta Bahlil Borong Minyak Rusia untuk Indonesia, Sinyal Harga BBM Turun?
-
Kronologi Aksi Foto Rombongan Arteria Dahlan di Tikungan Sitinjau Lauik: Bermula dari Miskomunikasi
-
Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual
-
Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live
-
Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran
-
Detective Conan: Fallen Angel of Highway Raup 3,5 Miliar Yen dalam 3 Hari
-
Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal