Suara Sumatera - Bencana banjir bandang merendam tujuh kecamatan di Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel). Walhi Sumsel menilai banjir bandang tahun ini ialah yang terparah selama lima tahun terakhir.
Direktur Walhi Sumsel, Yuliusman kepada Suara.com mengungkapkan jika banjir bandang awal tahun ini sebenarnya sudah mendapatkan sinyal di tahun-tahun sebelumnya. Sayangnya sinyal ini tidak ditangkap Pemerintah dalam upaya pencegahan dini.
Walhi Sumsel mencatat banjir bandang di Lahat tidak lain hasil akumulasi kerusakan lanskap yang juga disumbang oleh wilayah sekitarnya.
Karena itu, upaya konsolidasi bersama pemerintah daerah, baik kabupaten Lahat, Empat Lawang, Pagar Alam termasuk wilayah Tebing memperbaiki kerusakan lanskap yang sudah terjadi saat ini.
"Banjir bandang ini terbesar dan terparah setelah lima tahun terakhir, memang bukan yang pertama, namun sinyal-sinyal bakal lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya memang tidak dicegah lebih awal," ujarnya, Kamis (9/3/2023).
Bencana banjir dalam konteks hulu permasalahan ialah perubahan bentang alam (lanskap) yang sudah terdegrasi sekaligus hutan yang sudah terforestasi.
Dengan kondisi demikian, daya atau benteng pertahanan resapan air di wilayah tersebut sudah rusak.
"Pemda Bupati Lahat, Empat Lawang, Pagar Alam hendaknya duduk bersama mencari solusi ke depan agar tidak terulang lagi, kasian warga, yang terdampak bisa lebih luas," tegasnya.
Dia pun menyayangkan warga yang terdampak begitu besar.
Dengan kata lain, Pemerintah tidak melalukan upaya mitigasi atau informasi mencegah agar warga lebih waspada atau bersiap sebelum bencana tersebut terjadi.
"Ini potret bagaimana Pemerintah lemah mitigasi, padahal sudah ada BMKG. Hal lebih esesialnya soal kelola landskap yang seangat eksploitatif, mengubah bentang dan fungsi alam. Jika banjir sudah bisa diantisipasi, tentu warga lebih bersiapsiaga. Beginilah jika pengelolaan SDA sangat eksploitatif masif terjadi di Sumsel, dan bukan tidak mungkin, wilayah lain mengalami hal serupa," imbuhnya.
BPBD mencatat terdapat 181 rumah warga yang rusak sekaligus mengakibatkan satu bocah meninggal dunia.
BPBD Lahat menyebutkan terdapat 3.000 jiwa warga yang terdampak akibat banjir bandang di kabupaten yang dikenal wilayah tambang tersebut.
Adapun BPBD Lahat menyebut tiga desa terdampak paling besar berada di Desa Pelajaran dan Nanti Giri Kecamatan Jarai, serta Desa Lubuk Sepang, Kecamatan Pulaupinang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lahat, Ali Afandi mengatakan banjir tersebut disebabkan meluapnya air Sungai Lematang setelah kawasan itu diguyur selama dua hari terakhir.
Akibat banjir yang masih berlangsung saat ini Jembatan Tanjung Sirih yang menghubungkan Lahat - Kota Pagar Alam via Gumay Ulu ditutup sementara karena ketinggian air sudah melewati jembatan.
Melansir ANTARA, seorang bocah laki-laki berinisial GD (11) warga Bandar Agung, Lahat, dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus, jasadnya ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB tim Basarnas.
Tag
Berita Terkait
-
3.000 Warga Terdampak Banjir Bandang Lahat, Walhi Sumsel: Potret Kerusakan Lanskap Masif
-
Banjir Bandang Lahat Sumsel Bikin 181 Rumah Rusak, 1 Warga Meninggal Dunia
-
Korupsi Proyek Sampah, Dua Mantan Pejabat OKU Selatan Ditahan Kejaksaan
-
Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Dapat Catatan Minus FIFA, Gubernur Herman Deru Buka Suara
-
Banjir Bandang Sapu Lahat Sumsel Pagi Ini, Banyak Warga Terjebak di Rumah
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Tekuk Kroasia 2-1, Portugal Siap Akhiri Rekor Nirbobol Spanyol di 16 Besar
-
Mengapa Fashion Berkelanjutan Masih Sulit Diakses Sebagian Konsumen?
-
Dari Viral ke Layar Lebar: 4 Fakta Film Baby Udon yang Bikin Sesak
-
Jejak Karier dan Harta Kekayaan Syah Afandin Bupati Langkat yang Kena OTT KPK
-
IHSG Terbang ke Level 5.886 di Sesi I, BBCA dan ISAT Pendorongnya
-
Fardhan Rainanda Joe Lolos ke Semifinal Kejuaraan Asia Junior 2026, Bidik Upgrade Medali
-
Pilot AS Dipulangkan Dalam Peti Mati, TNI Janji Sikat Habis Kelompok OPM Penembak di Yahukimo
-
Park Seo Joon dan Park Hae Il Berpeluang Adu Akting di Film I Am a Firefly
-
Toyota Ekspansi, Transportasi Udara Turut Disasar
-
Swiss Singkirkan Aljazair 2-0, Granit Xhaka dkk Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026