Suara Sumatera - Penculikan sadis dialami bocah perempuan bernama Hafizah. Pelaku meminta uang tebusan Rp100 juta kepada pihak keluarga. Namun karena uang tersebut tidak kunjung juga diberikan, Hafizah kemudian dibunuh secara sadis.
Dia dibunuh di perkebunan sawit di Leidong Wes, Desa Terentang, Kecamatan Kelapa Bangka Barat, belum lama ini.
Pelakunya yang masih berusia 17 tahun, AC membunuh korban dengan cara memukul dengan kayu sebanyak tiga kali, hingga akhirnya membuat korban meninggal dunia. Tidak hanya itu, pelaku juga melukai korban de
Guna memastikan korban meninggal dunia, pelaku juga melukai korban dengan menggunakan cutter.
Kapolda Bangka Belitung Irjren (Pol) Yan Sultra mengatakan, semula AC hanya berencana untuk meculik korban dan meminta uang tebusan kepada orang tua korban sebesar Rp100 juta.
"Jadi motif awalannya pelaku AC ini ingin menculik korban dan meminta tebusan uang kepada keluarga korban," kata Irjen (Pol) Yan Sultra yang didampingi Kabid Humas Jojo Sutarjo, Kapolres Bangka Barat, Kasubdit Jatanras dan Kasatreskrim Polres Babar.
Saat aksi pembunuhan itu terjadi, pelaku terlebih dulu mengajak korban ke tempat pemancingan di sekitar perkebunan sawit dengan menggunakan sepeda motor. "Pelaku sebelum membunuh korban, terlebih dahulu mengajak korban ke pemancingan menggunakan sepeda motor," ujarnya.
Pelaku ini nekat melakukan terhadap korban ini belajar dan membrosing video melalui internet.
"Jadi pelaku ini belajar dan membrowsing internet, kemudian pelaku melakukan tindakan ini lantaran pelaku AC melihat keluarga korban dianggap keluarga yang mampu, ujarnya.
Baca Juga: Kebangetan! Pria di Kediri Curi Bibit Durian, Aksinya Terekam CCTV
Korban sempat bermain Latto-latto yang kemudian Latto-Latto tersebut dititipkan oleh saksi.
"Sehabis menitipkan Latto-latto, korban ini terlihat tergesa-gesa dan pergi menuju orang yang mengajaknya, dari keterangan tersebut penyidik melakukan pendalaman," ungkap Kapolda melansir dari wowbabel.com-jaringan Suara.com.
Berita Terkait
-
Usai Bertemu Pria yang Dikenal di FB, Gadis Belia di Sunter Hilang, Sempat Muncul Lewat Pesan
-
Gadis Belia di Sunter Hilang usai Bertemu Pria yang Dikenal di FB, Waliyah Sempat Muncul Lewat Pesan Minta Ongkos Pulang
-
Kronologi Bentrok Aparat dan Warga di Wamena Papua, 10 Orang Tewas Puluhan Luka-luka
-
Polisi Tangkap Pembunuh Ibu Muda di Bekasi, Anak Korban Kelaparan saat Ditemukan di Pos Satpam
-
CEK FAKTA: Video Penculik Anak Ambil Jantung Korban untuk Dijual, Benarkah?
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Ini Jadwal Baru Open House Idulfitri Walikota Makassar
-
Prabowo Geram! Mobil Dinas Kepala Daerah Rp8 Miliar, Padahal Jembatan Desa Ambruk
-
MUI: Muslim Wajib Jaga Keheningan Saat Umat Hindu Rayakan Nyepi
-
Sambut Idulfitri, PLN Group Berbagi Santunan untuk Anak Yatim Hingga Santri di Banggai
-
Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
-
Info Lokasi Salat Idul Fitri Muhammadiyah di Kota Besar Sumsel: Prabumulih, Lubuklinggau, Pagar Alam
-
Sinopsis Nightmare Bikin Merinding, Kim Nam Gil dan Lee Yoo Mi Hukum Penjahat Lewat Mimpi Neraka
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
10 Pelanggaran Berat Anwar Sanjaya yang Dinilai Nodai Kesucian Ramadan