/
Kamis, 16 Februari 2023 | 13:26 WIB
Ilustrasi Penculikan Anak. [Shutterstock]

Suara Sumatera - Isu penculikan anak hingga kini masih meresahkan masyarakat. Baru-baru ini, tersebar narasi kasus penculikan di mana para pelaku disebut mengambil jantung korban untuk kemudian dijual.

Informasi video penculikan anak mengerikan tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Martina Siburian pada Jumat 10 Februari 2023.

Adapun narasi video yang dibagikan si akun sebagai berikut:

“Teman2 silahkan diviralkan … penculikan anak untuk dijual dan diambil jantungnya adalah nyata dan bukan hoax. semoga lebih banyak lagi Para Orang Tua lebih waspada….penculik mengaku bapak dari anak tersebut,untung anak itu bilang ” itu bukan bapaknya” di butuhkan kewaspadaan petugas atau yg encurigai bila ada orng orng yg berlaku aneh,waspada…” demikian dikutip Kamis (16/2/2023).

Lantas benarkah kabar yang menyebut bahwa penculik anak mengambil jantung korban untuk dijual?

PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut bukan merupakan kasus penculikan. 

Faktanya, kejadian di video itu adalah kejadian di Lampung Utara pada tahun 2020. Pria dalam video adalah ayah kandung dari anak itu.

Dilansir dari artikel tersebut, melalui akun Instagram, Polsek Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Lampung membantah klaim tersebut. Pria dalam video adalah ayah kandung dari anak itu. Pria itu merupakan pasien ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

Kepada petugas Polsek Abung Selatan, Sal, ibu sang anak, menyatakan suaminya dalam status berobat karena sakit jiwa sejak tahun 2008 di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung. Menurut Polsek Abung Selatan, pria tersebut sudah diserahkan kepada pihak keluarga dan oleh pihak keluarga akan dibawa untuk berobat.

Baca Juga: Cek Fakta Kabar Pelaku Penculikan Anak Gunakan Mobil Avanza, Benarkah?

KESIMPULAN
Berdasarkan keterangan di atas, video yang mengklaim sebagai rekaman penculikan anak merupakan informasi yang salah dan masuk kategori konten yang menyesatkan.

Load More