/
Jum'at, 31 Maret 2023 | 14:43 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno (YouTube Akbar Faizal Uncensored)

Suara Sumatera - FIFA mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Menparekraf Sandiaga Uno menyebut pembatalan itu menyebabkan kerugian negara mencapai miminal Rp 3,7 triliun.

Rinciannya, sejumlah lapangan yang sudah direnovasi oleh Kementerian PUPR serta Kementerian Pemuda dan Olahraga setidaknya sudah lebih dari Rp 500 miliar.

"Target pendapatan berbasis jumlah penonton yang sekitar dua juta dalam pertandingan-pertandingan yang sudah disusun di enam kota, total lebih dari 2 juta penonton sampai 2,3 juta penonton," katanya melansir Antara Jumat (31/3/2023). 

Sandiaga mengatakan bahwa  jumlah suporter hingga wisatawan mancanegara yang diperkirakan datang ke Indonesia sudah lebih dari 50 ribu pengunjung.

Sedangkan jumlah penonton untuk setiap pertandingan di enam kota totalnya mencapai 2 juta sampai 2,3 juta orang, sehingga kerugian secara keseluruhan ditaksir minimal mencapai Rp 3,7 triliun.

Sandi menilai selain kerugian yang sangat besar, Indonesia juga melewatkan kesempatan menghelat turnamen berkelas dunia layaknya Piala Dunia di Qatar.

Batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 dapat berdampak pada reputasi jangka menengah dan jangka panjang Indonesia yang selama ini sukses mengemban tugas sebagai tuan rumah untuk beberapa acara, seperti Keketuaan ASEAN.

Di sisi lain, Dirinya yakin Indonesia dapat segera menyelenggarakan kegiatan lainnya agar bisa meminimalisasi kerugian tersebut.

"Jangan sampai reputasi yang sudah begitu sulit kita bangun ini terdampak. Tapi saya optimis kalau kita bekerja sama. Saya sangat kecewa sangat terpukul dibatalkannya, tapi kita harus tegak, berdiri tegak, cepat 'move on' untuk bisa mengganti kegiatan yang juga lebih bisa menopang agar kerugiannya tidak maksimal," kata Sandi. 

Baca Juga: Kisruh di Piala Dunia U-20, Ini Sepak Terjang Indonesia Sampai Dapat Kesempatan Jadi Tuan Rumah

Load More