Suara Sumatera - Mustopa, pelaku penembakan kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2023), sempat mengirimkan surat ke MUI.
Dalam surat yang ditujukan ke Ketua MUI, Mustopa mengaku sebagai wakil Nabi Muhammad SAW yang akan mempersatukan dunia.
Mustopa mengajak Ketua MUI untuk untuk mempersatukan umat agar Nabi Muhammad SAW senang. Menurut dia, jika Nabi Muhammad SAW bisa menampakkan wujudnya maka nabilah yang akan memohon agar Ketua MUI mau mempersatukan dunia.
"Jadi kalo bapak menolak saya berarti menolak Nabi yang ingin mempersatukan ummatnya yaitu kita semua maka dari itu Bapak Ketua tolong jangan kecewakan Rasul," tulisnya dalam surat yang beredar luas di kalangan wartawan.
Mustopa menceritakan bahwa sudah empat kali diprotes ketika menyatakan sebagai wakil Nabi Muhammad SAW di Lampung.
Untuk itu ia meminta Ketua MUI mengecek kebenaran pernyataannya itu menurut Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Mustopa juga menceritakan bahwa di tahun 2003 menyadari dia adalah orang diutus mewakili Nabi Muhammad setelah Rasulullah SAW datang kepadanya.
Karena itu Mustopa mengatakan, dia akan bekerja sebagai wakil nabi untuk mempersatukan umat. Jika ia tidak menjalankan tugas itu, Mustopa mengaku diancam firman Tuhan yang akan memotong lidah seorang hamba yang menyembunyikan kemampuannya.
"Jadi saya tidak punya pilihan lain selain kerja saya yakin duniapun tidak ada pilihan kalo tidak menerima saya tidak akan terjadi bersatu, leher saya bisa dipenggal kalo pendapat saya salah. Jadi tolong pak jangan sembunyikan kemampuan saya ummat sangat membutuhkannya," tulis Mustopa.
Baca Juga: Penembak Kantor MUI Bawa Surat Mengaku Wakil Nabi, Polisi Periksa Latar Belakang Mustopa
Mustopa lalu memohon bisa bertemu Ketua MUI untuk mendengar jawaban Ketua MUI secara langsung mengenai keinginannya menyatukan dunia sebagai wakil nabi.
"Kalo bapak mengindahkan harapan saya berarti bapak mengindahkan harapan Rasul/Nabi Muhammad SAW, sekali lagi saya mohon kepada Bapak jangan kecewakan Rasul mari kita persatukan dunia ini supaya Rasul merasa senang melihat ummatnya bersatu," tutupnya.
Berita Terkait
-
Penembak Kantor MUI Bawa Surat Mengaku Wakil Nabi, Polisi Periksa Latar Belakang Mustopa
-
Duga Tak Terlibat Jaringan Terorisme, Pengamat Sebut Pelaku Penembakan Kantor MUI Depresi Minta Pengakuan Sebagai Nabi
-
7 Fakta Penembakan di Kantor MUI: Pelaku Tewas, Motif Masih Didalami
-
Wapres Minta Tuntaskan Penyelidikannya Penembakan Kantor MUI, Jubir: Kita Tidak Bisa Menyimpulkan
-
MUI Bogor Minta Polisi Segera Ungkap Motif Penembakan Kantor MUI Pusat
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Bantah Indonesia Gelap, Prabowo Sindir Pihak yang Ingin Kabur: Silakan...
-
Bangkai Gerbong KRL Pasca Tabrakan Masih di Pinggir Rel, KAI Jelaskan Alasan Belum Dipindahkan
-
Dilema Ibu Bekerja dan Isu Daycare Nakal: Antara Bertahan, Percaya, & Cemas
-
Kasus Medis Ilegal Finalis Putri Indonesia Riau, Wajah Belasan Orang Rusak Parah
-
Menakar Urgensi Jurnal Tulis Tangan di Era Digital, Masih Relevan?
-
5 Pilihan HP Terbaru yang Bisa Zoom Jauh Gambar Tetap Tajam, Tak Cuma iPhone 17
-
Kenapa Elly Sugigi Gemar Sekali Bikin Pernikahan Gimik?
-
5 Realita Pahit Krisis Air di TTS NTT: Dari Ancaman Stunting hingga Beban Berat Anak Perempuan
-
Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot
-
Kekayaan Bos Green SM yang Taksinya Terlibat Kecelakaan Kereta di Bekasi