/
Kamis, 04 Mei 2023 | 19:01 WIB
Jokowi dan Ganjar Pranowo. ([Suara.com])

Suara Sumatera - Penggiat Media Sosial, Jhon Sitorus menyoroti apesnya nasib yang dimiliiki oleh Surya Paloh jelang Pilpres 2024. Politikus senior tersebut sedang menjadi bulan-bulanan dari manuver Joko Widodo alias Jokowi.

Hal tersebut dapat terlihat dari bagaimana tak diundangnya mereka dalam pertemuan sejumlah ketua umum partai politik dengan Jokowi di Istana.

Jhon mengatakan, NasDem merupakan bagian koalisi pemerintahan namun sudah dianggap tak ada sama sekali.

"Kasihan betul partai Nasdem. Ada tapi ga dianggap," ujar Jhon dalam keterangannya (3/5/2023).

Hal itu merupakan bagian dari konsekuensi jika menjadi oposisi di dalam lingkup pemilik kebijakan.

"Itulah konsekuensi musuh dalam selimut (sebutan Jhon)," lanjutnya.

Meskipun Presiden Jokowi tidak melakukan reshuffle terhadap kabinetnya yang berasal dari Partai NasDem, namun dia punya cara sendiri dalam bertindak.

"Jalan catur Jokowi kembali menyiksa sang lawan. Tidak mereshuffle Nasdem, tetapi juga tidak menganggap Surya Paloh," ucapnya.

Menurut Jhon, seorang Jokowi tidak bisa diajari bermain catur karena merupakan sosok yang sederhana namun punya strategi yang bisa membuat lawannya lumpuh.

Baca Juga: 4 Cara Hadapi Tim Lawan yang Menggunakan Jawhead di Game Mobile Legends

"Jangan ajari Jokowi main catur, strateginya sederhana tapi bikin lumpuh," kuncinya.

Load More