Suara Sumatera - Seorang guru muda di Pangandaran, bernama Husein Ali Rafsanjani menjadi perhatian publik. Dirinya mengundurkan diri sebagai aparatur sipil negara (ASN) usai melaporkan dugaan pungutan liar (pungli).
Dalam video yang diunggah di akun TikTok @husein_ar, mulanya Husein menjalani latihan dasar sebelum ditugaskan sebagai guru ASN. Saat itu ia dimintai uang untuk kegiatan latihan dasar yang berlokasi di Bandung.
Kemudian, Husein kembali dimintai uang saat latihan latsar Rp 350 ribu. Dirinya pun kesal lantaran ketidakjelasan tujuan dimintai uang bagi anggota yang mengikuti latsar.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Husein, saya minta maaf kalau jadi perhatian banyak orang. Saya cuma mau menjelaskan detailnya kenapa saya bisa speak up dan bisa berani untuk mengundurkan diri," kata Husein dalam video dikutip Rabu (10/5/2023).
"Awalnya tuh waktu latsar di tahun 2020, setelah kita mendapat surat tugas dengan detail anggaran yang sudah dibiayai negara, tiba-tiba H-seminggu kita disuruh bayar uang transport. Yang bikin jengkelnya tuh ikut ngga ikut rama rombongan, kalau saya kan naik motor dari Pangandaran ke Bandung, ada juga kan orang yang gak bisa ikut karena lagi hamil atau lagi sakit itu juga disuruh bayar. Terus waktu lagi latsar tiba-tiba ditagih lagi uang sebesar Rp 350 ribu," sambungnya.
Pada kondisi itu, Husein bercerita gajinya selama tiga bulan belum dibayar, karena bakal dibayarkan sekaligus.
"Walaupun under satu juta lah, bagi beberapa orang bukan seberapa, tapi bagi kita agak berpengaruh gitu. Apalagi waktu itu gaji selama 3 bulan belum dibayar. Benar-benar belum dibayar, lagi di rapel katanya," ungkap Husein.
"Cuma kan jadi berat banget gitu. Sampai yang nagih itu saya bilang saya enggak ada uang banget. Saya kasih screenshot isi rekening saya, enggak ada, di Rp 500 ribu aja enggak ada di rekening waktu itu," cetusnya.
Husein kemudian berinisiatif melaporkan kejadian tersebut ke situs lapor.go.id, layanan aspirasi dan pengaduan online rakyat milik pemerintah.
Baca Juga: Link Nonton Go Go Squid! Sub Indo HD Full Episode, Drama China Terpopuler 2019 Klik di Sini!
"Jadi saya lapor aja. Saya kasih cantumannya, saya kasih screenshot (chat) penagihannya, saya kasih bukti transfer di situ dengan kata-kata yang baik, dengan kata-kata yang saya pikirkan bersama teman-teman saya," jelasnya.
Tak lama setelah laporannya dikirim, Husein mengaku ditelepon oleh pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pangandaran. Dirinya kemudian memenuhi panggilan itu. Bukannya mendapatkan keadilan, Husein justru disidang oleh sekitar 12 orang selama enam jam dan dicecar pertanyaan.
Husein mengaku pihak yang menyidangnya menyatakan anggaran untuk melaksanakan kegiatan itu tidak ada, karena dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19. Dirinya juga mengaku mendapat intimidasi pemecatan jika laporan yang diajukan ke lapor.go.id tidak diturunkan.
Pasalnya, laporan itu dianggap bisa merusak nama baik instansi. Setelah terus mendapat intimidasi dari pihak instansi termasuk melibatkan banyak orang, Husein akhirnya memilih untuk mengundurkan diri.
Respons Bupati Pangandaran
Sementara itu, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan belum mengetahui detail kasus yang dialami Husein. Jeje juga mengaku bahwa Pangandaran membutuhkan sosok guru pintar seperti guru muda itu.
Berita Terkait
-
Viral ASN Guru di Pangandaran Resign Usai Diintimidasi Senior, Diduga Karena Lapor Pungli
-
Viral Video Istri Tentara Diduga Jadi Korban Pungli di Lapangan Cindua Mato Tanah Datar, Polisi Minta Bersabar
-
Pemprov DKI Bolehkan Pengurus RT Minta THR ke Warga
-
Camat Cengkareng Pastikan Pengurus RT di Kapuk Cabut Surat Permintaan THR ke Warga
-
Bobby Nasution Buka Suara Usai Direktur KPK Cerita Kena Pungli Lurah di Medan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup