/
Rabu, 10 Mei 2023 | 16:38 WIB
Guru muda bernama Husein Ali Rafsanjani mengundurkan diri dari ASN usai lapor dugaan pungli. (TikTok @husein_ar)

Suara Sumatera - Seorang guru muda di Pangandaran, bernama Husein Ali Rafsanjani menjadi perhatian publik.  Dirinya mengundurkan diri sebagai aparatur sipil negara (ASN) usai melaporkan dugaan pungutan liar (pungli).

Dalam video yang diunggah di akun TikTok @husein_ar, mulanya Husein menjalani latihan dasar sebelum ditugaskan sebagai guru ASN. Saat itu ia dimintai uang untuk kegiatan latihan dasar yang berlokasi di Bandung.

Kemudian, Husein kembali dimintai uang saat latihan latsar Rp 350 ribu. Dirinya pun kesal lantaran ketidakjelasan tujuan dimintai uang bagi anggota yang mengikuti latsar.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Husein, saya minta maaf kalau jadi perhatian banyak orang. Saya cuma mau menjelaskan detailnya kenapa saya bisa speak up dan bisa berani untuk mengundurkan diri," kata Husein dalam video dikutip Rabu (10/5/2023).

"Awalnya tuh waktu latsar di tahun 2020, setelah kita mendapat surat tugas dengan detail anggaran yang sudah dibiayai negara, tiba-tiba H-seminggu kita disuruh bayar uang transport. Yang bikin jengkelnya tuh ikut ngga ikut rama rombongan, kalau saya kan naik motor dari Pangandaran ke Bandung, ada juga kan orang yang gak bisa ikut karena lagi hamil atau lagi sakit itu juga disuruh bayar. Terus waktu lagi latsar tiba-tiba ditagih lagi uang sebesar Rp 350 ribu," sambungnya. 

Pada kondisi itu, Husein bercerita gajinya selama tiga bulan belum dibayar, karena bakal dibayarkan sekaligus.

"Walaupun under satu juta lah, bagi beberapa orang bukan seberapa, tapi bagi kita agak berpengaruh gitu. Apalagi waktu itu gaji selama 3 bulan belum dibayar. Benar-benar belum dibayar, lagi di rapel katanya," ungkap Husein. 

"Cuma kan jadi berat banget gitu. Sampai yang nagih itu saya bilang saya enggak ada uang banget. Saya kasih screenshot isi rekening saya, enggak ada, di Rp 500 ribu aja enggak ada di rekening waktu itu," cetusnya. 

Husein kemudian berinisiatif melaporkan kejadian tersebut ke situs lapor.go.id, layanan aspirasi dan pengaduan online rakyat milik pemerintah.

Baca Juga: Link Nonton Go Go Squid! Sub Indo HD Full Episode, Drama China Terpopuler 2019 Klik di Sini!

"Jadi saya lapor aja. Saya kasih cantumannya, saya kasih screenshot (chat) penagihannya, saya kasih bukti transfer di situ dengan kata-kata yang baik, dengan kata-kata yang saya pikirkan bersama teman-teman saya," jelasnya. 

Tak lama setelah laporannya dikirim, Husein mengaku ditelepon oleh pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pangandaran. Dirinya kemudian memenuhi panggilan itu. Bukannya mendapatkan keadilan, Husein justru disidang oleh sekitar 12 orang selama enam jam dan dicecar pertanyaan.

Husein mengaku pihak yang menyidangnya menyatakan anggaran untuk melaksanakan kegiatan itu tidak ada, karena dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19. Dirinya juga mengaku mendapat intimidasi pemecatan jika laporan yang diajukan ke lapor.go.id tidak diturunkan. 

Pasalnya, laporan itu dianggap bisa merusak nama baik instansi. Setelah terus mendapat intimidasi dari pihak instansi termasuk melibatkan banyak orang, Husein akhirnya memilih untuk mengundurkan diri.

Respons Bupati Pangandaran

Sementara itu, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan belum mengetahui detail kasus yang dialami Husein. Jeje juga mengaku bahwa Pangandaran membutuhkan sosok guru pintar seperti guru muda itu. 

Apalagi, data yang dirinya punya setiap tahun ada 200 orang guru di Pangandaran yang pensiun. Sedangkan guru yang sudah ada dan sudah mengikuti tes tentu sudah mengeluarkan biaya dan sebagainya. Dirinya menyayangkan keputusan Husein.

"Kalau mundur ya sayang, apalagi dia pintar. Saya butuh orang pintar seperti Husein," katanya melansir dari ayobandung.com.

Jeje berharap keputusan yang diambil Husein untuk dipertimbangkan kembali. Dirinya juga tidak segan untuk berbicara dari hati ke hati jika diperlukan nantinya.

"Saya ajak ngomong juga nanti dari hati ke hati dengan saya, kalau dia ada aduan berbagai persoalan kita juga akan tindaklanjuti," katanya. 

Hingga saat ini Jeje mengaku tidak bisa berbicara banyak karena belum melihat surat pengunduran diri dari Husein.

Load More