Suara Sumatera - Warga Palembang, Sumatera Selatan Rian Antoni, pria di Kelurahan satu Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang, membuat heboh dengan menggelar rritual sumpah pocong. Ia berasal tidak terima dituduh sebagai pelaku tindak pencabulan anak tetangga yang masih di bawah umur.
Rian Antoni (40) didampingi kuasa hukumnya melaksanakan Sumpah Pocong Mubahalah dengan disaksikan warga. Pelaksanaan Sumpah Pocong Mubahalah yang berlangsung di depan Mushola Al Manan, di Lorong Ar Rahman tak jauh dari kediamannya.
Rian mengaku melakukan sumpah pocong sebagai pembuktian jika tidak melakukan perbuatan cabul seperti yang dituduhkan.
“Sumpah Mubahalah, saya Rian Antoni alias Anton bin Musa dengan kesadaran dan tanpa ada paksaan dari siapa pun dengan ini.
Walaahi, Billaahi, Taylaahi
Walaahi, Billaahi, Taylaahi
Walaahi, Billaahi, Taylaahi
Walaahi, Billaahi, Taylaahi
Allah atas diriku, dan matilah aku saat ini juga dalam kehinaan jika aku berdusta.
Bahwa saya tidak benar telah melakukan perbuatan asusila (pencabulan) terhadap anak Rudi Wijaya yang bernama AKW dituduhkan terhadapku.
Dan sebaliknya laknat Allah atas diri si penuduh anak dan istrinya jika mereka berdusta dan tidak dapat menghadirkan empat orang saksi atas tuduhannya terhadapku.
Semoga Allah memberikan kepada ku aminn ya robbal alamin,” ucap Anton, isi sumpanya dalam kondisi tubuhnya mengenakan kafan.
Hal itu pun, kembali dipertegas usai melaksanakan sumpah pocong mubahalah, Rian Antoni langsung diantar keluarga dan kuasa hukumnya kembali di rumah.
“Saya melakukan ini karena saya dituduh difitnah melakukan pencabulan padahal demi Allah saya tidak melakukan dan ini adalah pembuktian saya, dan ini dari hati nurani saya,” tegasnya saat ditemui di kediamannya yang tak jauh dari lokasi pelaksanaan sumpah pocong
Prosesi sumpah pocong mubahalah yang dilakukan Rian Antoni (40) hanya dilakukan sendirian tanpa diikuti dari pihak penuduh.
“Sumpah pocong ini dilakukan oleh Rian Antoni setelah dituduh atau difitnah melakukan asusila terhadap anak di bawah umur,”ucap Jhon Fredi, kuasa hukumnya.
Berita Terkait
-
Titik Api di Sumsel Meningkat, Berikut Sejumlah Wilayah Penyumbang Titik Api
-
Ramai Warga Berjejal Saksikan Sumpah Pocong Rian Antoni, Ini Kedua Kali Lakukan Ritual
-
Pria di Palembang Jalani Sumpah Pocong, Ustadz Khalid Basalamah: Tak Ada Sumpah Pocong Dalam Islam
-
Mushola Al Manan di Palembang Mendadak Sesak, Pria 40 Tahun Jalani Ritual Sumpah Pocong
-
Dipanggil KPK Buntut Istri Pamer Tas Mewah, Maulan Aklil Ternyata Wali Kota Paling Tajir di Babel
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
-
John Herdman Dibuat Kecewa Jelang Piala AFF 2026, Kenapa?
-
Celah Hukum Kasus Febrie: Mengapa Pengalihan ke Kejagung Bisa Bikin Tersangka Menang Praperadilan?
-
Kritik kepada Pemerintah Bukan Berarti Sedang Mencari Pengganti Presiden
-
BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Ungkapan Bangga Para Ayah di Bandung Saat Antar Buah Hati Masuk Sekolah: Waktu Cepat Berlalu
-
Piala AFF 2026 di Mata John Herdman: Lebih dari Sekadar Gengsi Asia Tenggara
-
Fear of Falling Behind dan Gen Z: Semua Orang Terlihat Sukses, Aku Kapan?
-
3 Moisturizer Jepang Terbaik untuk Lawan Penuaan Dini, Bikin Kulit Kencang dan Glowing!
-
Ibu Santri di Lombok Tengah: Anak Saya ke Pesantren untuk Belajar Agama, Bukan Dibakar Hidup-Hidup