Suara Sumatera - Bambang Pardede dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah (Kadis PUPR) Sumut. Pasalnya, kinerja Bambang dinilai kurang baik. Pencopotan dilakukan usai Presiden Joko Widodo meninjau jalan rusak di Labuhanbatu Utara (Labura).
Terlepas Bambang dicopot dari Kadis PUPR Sumut, ia ternyata memiliki harta kekayaan Rp 6,4 miliar. Hal itu diketahui dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada Desember 2022.
Bambang tercatat memiliki 13 tanah dan bangunan yang tersebar di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Simalungun, hingga Jakarta. Total tanah dan bangunan itu senilai Rp 3.788.350.000. Menariknya, Bambang memiliki tanah seluas 8,7 ribu meter persegi di Kabupaten Simalungun senilai Rp 1.100.000.000. Tanah itu berstatus hibah tanpa akta.
Ia tercatat memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp 515.000.000. Alat transportasi dan mesin yang dimiliki berupa tiga unit mobil, yaitu Honda Freed tahun 2013, Nissan X-Trail tahun 2014, dan Hardtop Jeep tahun 1981.
Bambang juga memiliki kas dan setara kas senilai Rp 2.049.623.231. Selain itu, ia memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 96.187.000. Dirinya tercatat tidak memiliki hutang. Sehingga total harta kekayaan Bambang Pardede senilai Rp 6.449.160.231 (Rp 6,4 miliar).
Sebelumnya, Presiden Jokowi meninjau jalan rusak di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, pada Rabu 17 Mei 2023.
Jokowi mengatakan ada 13.000 kilometer jalan kabupaten di Sumut dalam kondisi rusak. Sementara jalan provinsi yang rusak diperkirakan mencapai 340 kilometer.
"Jalan provinsi (di Sumut) ada 3.005 kilometer, yang rusak kira-kira 340 kilometer. Jalan kabupaten ini yang banyak jalan rusak, dari 33.000 kilometer di Sumut, yang rusak kira-kira 13.000 kilometer. Salah satunya ini yang kita lihat di Labuhanbatu Utara," kata Jokowi.
Dirinya mengaku ada 2.600 kilometer jalan nasional di Sumut. Dari total tersebut, 260 kilometer di antaranya mengalami kerusakan.
Baca Juga: Jusuf Kalla: Setahun Indonesia Bayar Hutang dan Bunga Sampai Seribu Triliun
"Kita lihat di Provinsi Sumut ini jalan nasional ada 2.600 kilometer, yang rusak kira-kira 260 kilometer, ini jalan nasional," ungkapnya.
Jokowi menargetkan perbaikan jalan rusak di Sumut akan mulai paling lambat Juli mendatang. Perbaikan jalan rusak akan dikerjakan bersama-sama pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintah pusat.
Ia mengatakan bahwa jalan rusak parah yang tidak bisa diperbaiki oleh pemerintah daerah akan diambil oleh pemerintah pusat.
"Semua yang di Sumur tetap sama, kita bagi, ada yang dikerjakan oleh Pak Gubernur, Pak Bupati, ada yang diambil alih pusat yang kira-kira kabupaten kota tidak memiliki kemampuan untuk mengerjakan," kata Jokowi.
Jokowi menjelaskan perbaikan jalan rusak memerlukan waktu. Pasalnya, kondisi jalan rusak di Indonesia cukup banyak.
"Segera kita perbaiki tapi ini perlu waktu. Angkanya udah tahu semuanya, banyak dan ini tidak hanya di Sumatera Utara," jelas Jokowi.
Berita Terkait
-
Kadis PUPR Sumut Dicopot, Kepala Bidang Ditunjuk Sebagai Plt
-
Kadis PUPR Sumut Dicopot dari Jabatannya Usai Jokowi Tinjau Jalan Rusak
-
Kadis Ketapang Medan Dicopot Buntut Proyek Lampu Pocong
-
Kadis Ketapang Medan Dicopot Bobby Nasution Gegara Proyek Lampu Pocong, Kini Dalam Proses Pemeriksaan Inspektorat
-
Kontroversi Gubernur Maluku Murad Ismail yang Dipecat PDIP: Pernah Ajak Duel Warga
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor
-
5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota
-
HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua
-
Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM
-
Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu
-
Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi
-
Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius