/
Rabu, 24 Mei 2023 | 18:16 WIB
Ilustrasi batuk. (Freepik/jcomp)

Sebuah studi tahun 2020, peneliti mencatat efek pelapisan dari ekstrak akar marshmallow yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi dan memberikan kelegaan yang serupa dengan diklofenak, obat antiinflamasi nonsteroid. Penelitian ini menggunakan pengujian in vitro.

6. Kumur air asin

Sejak lama orang telah menggunakan obat kumur air asin untuk membantu meringankan sakit tenggorokan dan gejala yang berhubungan dengan flu biasa. Ini dapat membantu melonggarkan lendir dan mengurangi rasa sakit.

Namun, kemungkinan itu tidak akan membantu mengurangi viral load. Sebuah studi tahun 2021, peneliti membandingkan obat kumur antiseptik yang berbeda untuk membantu mencegah penyebaran COVID-19. Mereka menemukan bahwa beberapa merek komersial mengurangi viral load, tetapi larutan air asin buatan laboratorium tidak membunuh virus secara efektif.

7. Perubahan pola makan untuk refluks asam

Refluks asam adalah penyebab umum dari batuk. Menghindari makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung adalah salah satu cara terbaik untuk mengatasi kondisi ini dan mengurangi batuk yang menyertainya.

Setiap individu mungkin memiliki pemicu refluks berbeda yang perlu mereka hindari. Orang yang tidak yakin apa yang menyebabkan refluksnya dapat mulai dengan menghilangkan pemicu yang paling umum dari makanannya dan memantau gejalanya.

Makanan dan minuman yang paling sering memicu refluks asam meliputi alcohol, kafein, cokelat, makanan jeruk, gorengan dan makanan berlemak, bawang putih dan bawang merah, daun mint, rempah-rempah dan makanan pedas serta tomat dan produk berbasis tomat.

Meski pengobatan dapat membantu, tetapi penderita tetap harus menemui dokter jika batuk berlangsung lama atau berulang, mengalami sesak napas, terdapat darah atau lendir hijau kekuningan, terjadi demam atau sakit kepala dan batuk mengeluarkan suara mengi atau rejan.

Baca Juga: Dear Siswa SMA! PPDB Jakarta 2023 Telah Dibuka, Cek Syarat dan Cara Pengajuan Akun

Load More