/
Minggu, 28 Mei 2023 | 21:38 WIB
Ilustrasi Luhut Binsar Panjaitan (Suara.com)

Suara Sumatera - Terungkap jika hubungan antara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kerap pasang surut. Sempat berseteru, namun kekinian menjadi sama-sama pembantu Jokowi.

Di saat keduanya masih merintis sebagai perwira di TNI, Luhut dan Prabowo awalnya sama-sama bertugas di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), sebuah satuan elite Angkatan Darat yang kemudian berganti nama menjadi Kopassus.

Luhut berpangkat mayor, sementara Prabowo berpangkat kapten. Mayor Luhut dan Kapten Prabowo dipercaya membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Terorisme yang peran sebagai pasukan khusus antiteror yang dinamakan Densus 81/Antiteror (baca "Luhut" hal-16, Norca M Massardi, 2022).

Luhut ditugaskan sebagai komandan dengan Prabowo menjadi wakil komandan.

Dalam catatan Sintong Panjaitan dalam buku "Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando" dikisahkan ada konflik yang dinamakannya sebagai 'Peristiwa Maret 1983'.

Konflik itu melibatkan Kapten Prabowo melawan Letjen Leonardus Benny (LB) Moerdani sebagai Asisten Intelijen Hankam/Kepala Pusat Intelijen Strategis/Asisten Intelijen Kopkamtib.

Prabowo pada 1983 sudah menjadi menantu Soeharto, sedangkan dalam catatan pengamat militer Salim Said tampak Prabowo dan Moerdani masing-masing telah membina pengikut. Prabowo menurut Said menganggap Moerdani akan menghalangi karirnya ke depannya.

"Dan untuk menjaga loyalitas para pengikut, mereka berdua memerlukan dana banyak. Moerdani rajin bagi-bagi hadiah kepada para pengikut atau para perwira yang didekati untuk, paling sedikit, tidak berpihak kepada kekuatan yang tidak loyal kepadanya. Prabowo juga melakukan hal yang sama. Maka terjadilah kompetisi bagi-bagi duit dan hadiah," kata Salim Said dalam "Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto"- hal 147.

Dalam catatan pengamat militer Aris Santoso menyatakan Moerdani juga punya pengikut setia.

Baca Juga: Link Live Streaming Manchester United vs Fulham di Pekan Terakhir di Liga Inggris

"Sintong Panjaitan dan Luhut adalah orang dekat Benny (Moerdani-red)," tulisnya dalam "Merekam Derap Sepatu Lars".

Sintong dalam otobiografinya "Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando" menceritakan pada Maret 1983, menjelang Sidang Umum MPR, Komandan Mayor Luhut kaget mengetahui jika para anak buahnya di Densus81/Antiteror sedang siaga.

"Luhut bertanya mengapa bersiaga? Ia dapat jawaban status siaga atas perintah wakilnya, Kapten Prabowo. Perintah Wakil Komandan Kapten Prabowo membuat rencana mengambil Letjen LB Moerdani, dan beberapa perwira tinggi ABRI lainnya," kata Sintong.

Pada akhirnya Luhut menolak rencana Prabowo tersebut dan meminta anak buahnya tak mengikuti perintah Kapten Prabowo.

"Sekarang kalian semua kembali siaga ke dalam. Tidak seorang pun anggota Den 81 yang keluar dari pintu tanpa perintah Luhut Pandjaitan sebagai komandan," terang Sintong.

Luhut pun akhirnya mengumpulkan senjata dan radio milik anggotanya. Anak buahnya pun patuh pada perintah Luhut.

Load More