Suara Sumatera - Kebijakan ekspor pasir yang menjadi tren dan perbincangan banyak orang masih menyisakan pro dan kontra. Pengamat politik Rocky Gerung menceritakan dampak ekspor pasir Jokowi akan membuat wilayah Singapura makin luas.
Rocky menjelaskan, sebenarnya ahli hukum tata negara laut atau hukum lingkungan tahu dampak ekspor pasir yang menjadi bagian dari tanah kedaulatan Indonesia.
“Tapi bagi apa pedulinya dia? Yang penting ambisi dia per hari ini terpenuhi dulu bahwa APBN gak mampu biayai IKN, infrastruktur masih belum anggaran, maka satu cara adalah jual pasir jual kedaulatan,” tutur Rocky.
Rocky menyebutkan, kebijakan tersebut tidak diatur berdasarkan prinsip mitigasi. Bahkan, ia memprediksi akan terjadi dispute baru dalam hukum laut Indonesia, dan klaim zona ekonomi eksklusif (ZEE) yang berubah titiknya.
Kebijakan ekspor pasir ini hanya memenuhi ambisi pribadi presiden, yang mungkin berpotensi untuk merusak lingkungan, merusak masa depan generasi, “tidak diberi harapan bahwa Indonesia bisa utmbuh sebagai negara penghasil oksigen [dan] penghasil keanekaragaman hayati di laut,” sambung Rocky.
Rocky juga mengkhawatirkan soal potensi deal ekspor pasir selama 50 tahun yang diperkirakan akan diatur dalam perjanjian internasional.
“Kita nggak bisa gugat. Nanti Singapura bilang, ada wanprestasi Jokowi bilang kita berbisnis 50 tahun. Kok jadi kemampuan memprediksi bahkan atau lebih dari itu sekedar ya prediksi mungkin sekedar unsur dadakannya, tapi mitigasi kan mustinya udah ada di depan,” terang Rocky.
Rocky pun menyarankan, masalah ini seharusnya jangan dibebankan ke presiden berikutnya. Sebab, masalah-masalah lain yang belum beres di masa pemerintahan Joko Widodo, seperti isu demokrasi, kerusakan lingkungan, rasialisme, hingga utang luar negeri.
“…Itu semuanya beban buat presiden berikut ini, Jokowi meninggalkan bom waktu bagi presiden berikutnya,” tambah Rocky.
Baca Juga: Panaskan Mesin Jelang Liga 1 2023/2024, Persija Konfirmasi Hadapi Klub Thailand
Paparan Rocky dijelaskan secara gamblang dalam kanal Youtube-nya yang berjudul “CABUT LARANGAN EKSPOR PASIR, JOKOWI JUAL NEGARA DAN TANAH AIR” bersama jurnalis senior, Hersubeno Arief.
Ekspor pasir ini karena Presiden Joko Widodo mengizinkan ekspor melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut.
Dalam pasal 9 ayat Bab IV butir 2, tertulis bahwa pemanfaatan pasir laut ditujukan untuk reklamasi dalam negeri, pembangunan infrastruktur pemerintah, pembangunan prasarana oleh pelaku usaha, dan ekspor.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Monas
-
Presiden Jokowi Kunjungan ke Jogja Selama 3 Hari, Gelaran Parade Seni Budaya Lintas Etnis Ditunda
-
Pakaian Adat yang Pernah Dipakai Jokowi saat Acara Kenegaraan, Terbaru Baju Kesultanan Deli
-
3 Kementerian Ini Terlibat Dalam Penerbitan Izin Ekspor Pasir laut
-
Celaka! Ini Kerugian Indonesia Kalau Pemerintah Ekspor Pasir Laut Lagi
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bahlil di Musda Golkar Sumsel: Migas dan Batu Bara Jangan Terus Ditentukan dari Jakarta
-
Remaja 14 Tahun Jadi Aktor Pembunuhan Berencana, Jasad Korban Dibakar
-
Melihat Dunia Lagi Setelah Kornea Rusak, Ini Revolusi Teknologi Transplantasi Mata Modern
-
Dulu Hidup di Sepanjang Sungai Musi, Kini Tembang Batanghari Sembilan Terancam Hilang
-
Menko Djamari Bela Program Pemerintah, Sebut Ada Banyak Akun 'Potong Video' di Medsos
-
Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Manfaat Rutin Baca Al Fatihah dan Puasa Weton Anak Menurut Ulama Gus Iqdam
-
Perkuat Ekosistem Keuangan Pertanian di Minahasa Selatan, BRI Komitmen Beri Dukungan
-
Tiga Ledakan Terdengar Beruntun, Ruko Penjual Pakan dan Pertamini Terbakar di Palembang
-
Rumah Mewahnya Digeledah Kejagung, Kubu Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara