Suara Sumatera - Sebagai seorang pekerja, berada di depan layar gawai (screen time) dalam waktu yang cukup lama perlu menjadi perhatian. Mengingat hal ini dapat membawa efek pada mata.
Kondisi-kondisi seperti mata tegang hingga mata kering adalah contoh umum yang bisa terjadi sebagai efek dari penggunaan laptop atau komputer yang terlalu lama.
Meski kondisi itu umum terjadi di kalangan pengguna komputer, bukan berarti tidak dapat dihindari. Berikut tips menjaga kesehatan mata bagi para pekerja melansir Antara, Minggu (4/6/2023):
1. Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter mata
Pemeriksaan mata secara teratur dapat membantu Anda menghindari masalah yang mungkin muncul akibat bekerja di depan komputer. Dokter mata juga dapat melakukan tes rutin untuk masalah kesehatan mata lainnya, seperti glaukoma atau katarak, serta gejala diabetes dan tekanan darah tinggi terkait penglihatan.
2. Ciptakan posisi duduk yang seergonomis mungkin saat bekerja
Posisi duduk yang ergonomis sangat penting diterapkan mengingat Anda duduk di depan komputer hampir sepanjang hari. Layar komputer harus berjarak 20 hingga 28 inci dari mata Anda, dengan bagian tengah layar 4 hingga 5 inci di bawah ketinggian mata.
Penting untuk menurunkan tingkat pencahayaan pada layar karena layar yang terlalu cerah dapat menyebabkan ketegangan mata yang signifikan. Pastikan pula ruang kerja Anda cukup terang dan layar Anda tidak lebih terang dari lingkungan sekitarnya.
3. Lakukan senam mata
Baca Juga: EKSKLUSIF dari Kamboja: ASEAN Para Games 2023 Resmi Dibuka, Opening Ceremony Berlangsung Meriah
Beberapa latihan dapat Anda lakukan untuk meredakan mata yang tegang dan meregangkan otot mata misalnya dengan memutar bola mata selama sekitar satu menit.
Anda dapat menggerakkan bola mata secara cepat ke arah atas dan bawah kemudian ke kiri dan kanan sebanyak 10 kali untuk setiap gerakan. Telapak tangan juga dapat dimanfaatkan untuk latihan senam mata dengan meletakkannya secara lembut di atas mata selama dua menit.
Sempatkanlah waktu untuk mengedipkan mata secara perlahan dimulai dari menatap lurus ke depan lalu tutup mata selama setengah detik dan buka mata kembali. Ulangi sebanyak 20 kali berturut-turut.
4. Terapkan aturan "20-20-20"
Aturan ini sangat membantu untuk mengurangi gejala mata tegang. Caranya cukup mudah untuk dilakukan. Setiap setelah 20 menit menatap layar komputer, alihkan pandangan pada objek lain sejauh 20 kaki selama 20 detik.
5. Gunakan kacamata pemblokir cahaya biru
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Beras Murah Naik Tajam, Harga Minyakita dan Cabai Bikin Emak-Emak Menjerit
-
Shower Puff Sarang Bakteri? Intip Cara Memilih dan Rekomendasinya!
-
Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
-
Rayen Pono Protes, Sebut Kasus Ahmad Dhani soal Dugaan Hina Marga Tak Perlu Tunggu Izin Presiden
-
Krisis Timnas Tunisia Jelang Kick Off Piala Dunia 2026! Pemain Tolak Bela Tim Nasional
-
Xiaomi 17 Max Resmi Meluncur 21 Mei, Bawa Kamera Leica 200MP dan Baterai 8000mAh
-
Mudah dan Cepat, JKN Bantu Amalia Sehat
-
Dia Mungkin Marah ke Saya! Pengakuan Deschamps Usai Coret Camavinga dari Skuat Prancis
-
Di Antara Mimpi, Identitas, dan Trauma dalam Novel Ceritakan Mimpi-Mimpimu
-
Gus Ipul Ingatkan Pegawai Kemensos: Korupsi Besar Berawal dari 'Ah, Ini Biasa'